Identitas Yesus dan Yohanes Pembaptis


12 Desember 2010
50/Th.A/I/10

Identitas Yesus dan Yohanes Pembaptis

Orang terkenal/ngetop biasanya menjadi sasaran pemberitaan media massa. Umumnya orang ingin sekali mengetahui kehidupan pribadi orang tersebut. Maka tidak heran banyak pemberitaan seputar orang ngetop, terlepas benar atau tidak benar. Perbedaan cara memandang ternyata menghasilkan perbedaan pendapat yang tajam dan harapan yang besar ternyata mempengaruhi cara pandang seseorang.
Bahkan orang sekaliber Yohanes Pembaptis pun masih mengajukan ‘keraguan’ kepada Yesus, “ Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Pertanyaan ini muncul karena Yohanes Pembaptis membayangkan Mesias yang akan datang layaknya seorang ‘tangguh’ yang menghabiskan nyawa orang berdosa karena murka Allah. Justru Yesus menampilkan sikap lemah lembut, murah hati terhadap kaum miskin dan para penderita. Tantangan bagi Yohanes Pembaptis! Ia mesti menembus masuk ke dalam wahyu kasih yang tampak dalam kerendahan hati dan kelembutan Yesus.

Yesus menjawab ‘keraguan’ ini dengan berkata, “”Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Inilah hebatnya Yesus, Ia kemudian berbicara kepada orang banyak tentang identitas Yohanes Pembaptis, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.”

Kontras sekali antara Yesus dan Yohanes Pembaptis!! Apa pesannya? Selaku utusan Allah, Yesus tidak datang untuk bicara tentang kedudukan Yohanes Pembaptis, melainkan untuk memaklumkan Kerajaan Surga. Yohanes memang besar/penting, bahkan sangat penting. Tetapi apa arti semuanya itu dalam menantikan Kerajaan Allah? Manusia janganlah terpaku pada Yohanes! Manusia harus memperhatikan Kerajaan Allah yang datang kepadanya dalam kondisi yang sama sekali tidak terduga. Kerajaan itu justru terbuka bagi semua orang, termasuk yang terkucil, bodoh, berdosa, tertindas. Maka, daripada mengagumi Yohanes Pembaptis, hendaknya manusia berbuat apa saja untuk menggapai Kerajaan Allah.

Mari kita menempatkan diri sesuai dengan pesan ini. Mempersiapkan kedatangan Tuhan berarti berusaha untuk menggapai Kerajaan Allah. Mungkin banyak pernak-pernik seputar persiapan itu, mungkin juga banyak kemeriahan, dll. Tentu saja itu semua tidak salah. Indahnya fisik, hiasan, kegembiraan, rencana liburan dll, hendaknya juga diikuti dengan persiapan batin. Bukankah itu yang paling utama? Semua yang tampak di luar (hiasan, semarak, assesoris) akan berganti dengan sendirinya, tetapi keindahan di dalam batin, tidak akan mudah tergantikan. Mari belajar dari kedua tokoh yang kelihatan kontras ini.

Allah Harus Makin Besar dalam Kemanusiaanku
P. Louis Antonny Wijaya, SCJ

Sumber, dan berita warta paroki lain silahkan download di sini: 12 Desember 2010.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Warta Paroki dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s