TERIAKAN SANG NABI


05 Desember 2010 49/Th.A/I/10

Yohanes Pembaptis

Yohanes Pembaptis

Saudara-saudari seiman,

Rahmat “penantian” berjalan dengan pasti sehingga tidak terasa sudah memasuki Minggu Adven II. Sumber inspirasi permenungan adalah Injil Matius 3:1-12. Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”(ayat 2). Seorang nabi adalah man of God, pribadi yang sangat  dekat dengan Tuhan. Yohanes Pembaptis adalah nabi yang menyuarakan suara Tuhan Allah. Untuk menjadi “juru bicara” Tuhan Allah, seorang nabi harus “fuga mundi”, lari dari dunia. Artinya bahwa seorang nabi harus “menjaga jarak” dari kehidupan dunia agar bisa melihat situasi dunia dengan jelas dan dapat mendengarkan suara Tuhan Allah dengan jelas sehingga menjadi jelas apa yang harus disuarakan. Suara siapa yang anda suarakan, dan apakah isi dari suara itu?

Teriakan Yohanes Pembaptis mengajak kita untuk bertobat. Tujuan dari pertobatan ini adalah agar kita layak dan pantas untuk menyambut Sang Emmanuel. Pertobatan adalah proses ”bercermin” untuk melihat diri  dan menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita. Langkah awal ini didasari dengan sikap pengakuan akan kelemahan-kelemahan dan ketidakpantasan kita ”bertemu muka” dengan Sang Emmanuel, ”Dan aku tidak layak melepaskan kasutNya” (ayat 11). Pertobatan, metanoia adalah mengubah hati, mengganti haluan hidup. 

Yohanes Pembaptis tinggal di padang gurun Yudea yang sangat dekat dengan sungai Yordan. Ajakan pertobatan Yohanes Pembaptis disertai dengan tindakkan nyata yaitu pembaptisan. Pertobatan yang sejati pasti mengarah kepada perubahan hidup yang baik. Untuk menghasilkan buah dalam pertobatan, sangat penting untuk baptizare yaitu menenggelamkan diri dalam kasih Allah dan kerahimanNya. Seruan pertobatan Yohanes Pembaptis ”mempersiapkan” orang untuk menerima pembaptisan Tuhan Yesus, ”Dengan Roh Kudus dan dengan api” (ayat 11).

Saudara-saudari, marilah kita lebih intensif ”menenggelamkan” diri dalam kasih dan kerahiman Allah agar lilin iman semakin menyala terang dan terang hidup kita bisa menerangi hidup orang lain. Semoga.

Salam dan berkat,
Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.

Sumber, dan berita warta paroki lain silahkan download di sini: 04 Desember 2010.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Ibadat, Warta Paroki dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s