Waspadalah Dan Berjagalah Menyambut Kedatangan Anak Manusia


28 Nopember 2010 48/Th.C/II/10

Saudara-saudari yang terkasih,
Waspada bisa berarti berhati-hati, berjaga, bersiap-siaga, sedangkan berjaga bisa berarti bertugas menjaga (misalnya: menunggui saudaranya sakit, maka tidak tidur).

Secara nalar bisa dikaitkan dengan kesadaran, menaruh perhatian, hati-hati dan penuh pertimbangan, contoh: “Ingatlah sakit, selagi Anda sehat! Ingatlah bangun, selagi Anda beranjak ke tempat tidur. Ingatlah saat-saat kematian, selagi Anda masih berpijak di bumi ini. Ingatlah berdoa, sebelum Anda didoakan!”. Ungkapan di atas saya hubungkan dengan Injil Minggu Adven I ini: “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24:44)

Matthew 24:32-25:46

Berjaga-jagalah

Saudara-saudari yang terkasih,

Masa persiapan Natal, yang sering disebut Masa Adven (Adventus=kedatangan). Siapa yang akan datang? Mesias, Sang Penebus, Raja Agung kita!.
Ada tiga gagasan pokok yang mewarnai masa Adven ini,  yaitu:

  • Kedatangan Kristus untuk pertama kalinya, Penjelmaan-Nya.
  • Kedatangan-Nya secara sakramental, pada hari Raya Natal.
  • Kedatangan-Nya pada akhir zaman.

Semua ini kita tanggapi selama 4 minggu dalam Masa Adven, dengan mendalami sabda-Nya yang bertema: “Belajar Dari Keluarga Kudus Nasaret Menumbuh-kembangkan Kasih Dalam Keluarga!”. Adapun Tema Permenungan per minggu sebagai berikut:
Minggu Pertama    : “Menyikapi Masalah Dalam Terang Tuhan!”
Minggu Kedua    : “Mempertahankan Keutuhan Keluarga!”
Minggu Ketiga    : “Bersama Mengatasi Masalah!”
Minggu Keempat    : “Kasih Dalam Perbedaan Pendapat!”

Saudara-saudari yang terkasih,

Akan menjadi lengkap dan menyentuh tata kehidupan kita, sehingga layak untuk menyambut Kedatangan Tuhan ini, yaitu: dengan persiapan batin, yang disempurnakan dengan menerima “Sakramen Rekonsiliasi atau Sakramen Pengakuan Dosa!”. Karena melalui sakramen tsb., relasi kita dengan Allah, Gereja dan sesama, bahkan dengan diri kita sendiri dipulihkan kembali.

Keharmonisan relasi tentu akan membuat hati kita lebih damai, membuat semangat hidup kita diperbaharui, lebih dari itu akan membuat Hari Raya Natal kita terasa amat indah dan penuh berkat.

“Inilah salah satu bentuk tindakan, kewaspadaan dan berjaga-jaga untuk menyambut Kedatangan Anak Manusia yang tidak bisa kita duga sebelumnya!”.

Selamat memasuki “Masa Adven” dengan Sabda dan Doa

Salam dan Doaku,
Pastor St. Endrokaryanto, SCJ.

Sumber, dan berita warta paroki lain silahkan download di: 28Nopember2010_LD

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Ibadat, Warta Paroki dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s