Hari Gini “Ngomong” Iman??


03 Oktober 2010
40/Th. C/II/10

Anda berani menerima tantangan dari Yesus hari ini? Sederhana sekali, “kalau kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut dan ia akan taat kepadamu.” Spontan mungkin kita terheran-heran dengan sabda Yesus ini. “Apa mungkin seorang manusia bisa melakukan tindakan “ajaib” seperti itu dan rasanya belum pernah terdengar ada orang yang mampu melakukan perbuatan seperti itu! Tetapi apa sebenarnya maksud Yesus dengan perkataan ini?

Yesus mau berbicara kepada kita tentang iman, iman kepadaNya. Bicara tentang iman memang bukanlah hal yang mudah. Kita umumnya sulit untuk menjelaskan apa itu iman, bahkan mungkin beberapa dari kita menolak untuk menjawab ketika ditanya tentang iman. Mungkin karena begitu sulitnya untuk menjelaskan iman itu, sebagian orang “alergi” untuk membicarakan iman, sehingga sering muncul ungkapan, “hari gini ‘ngomong’ iman”? Ungkapan ini seakan-akan mau memberi pembenaran, bahwa iman itu tidak terpahami, tidak terjelaskan, tidak masuk akal. Sehingga, kalau ada sebuah peristiwa yang tidak terjelaskan, orang biasanya berkata, “ini mesti menggunakan iman”. Tetapi benarkah iman tidak terjelaskan?

Tidak! Iman bisa dijelaskan, iman bisa dipahami. Sebab jika iman kepada Yesus Kristus tidak terjelaskan dan terpahami, tidak mungkin seseorang bisa percaya kepadaNya. Bukankah kepercayaan membutuhkan sebuah penjelasan yang masuk akal, meskipun hanya sedikit? Iman diartikan sebagai tanggapan/jawaban manusia kepada Allah yang sudah terlebih dahulu menyapa. Analoginya, seperti seseorang yang mengajak bersalaman.

Selama kita menyembunyikan tangan, “salaman” tidak pernah akan terjadi. Tetapi jika kita membalas uluran tangan seseorang dengan mengulurkan tangan juga, barulah terjadi “klik”. “Klik” inilah yang kiranya bisa terjadi juga, jika kita juga membalas uluran tangan Allah kepada kita.

Ada berbagai macam usaha yang bisa ditempuh agar “klik” itu bisa terjadi. Pertama, menyadari bahwa iman itu adalah karunia. Dalam beriman, kita harus selalu ingat, bahwa kita adalah “hamba”, yang harus selalu melayani “Tuan”. Seperti seorang “hamba” yang bersikap rendah hati, demikianlah kiranya sikap kita dalam beriman. Kesombongan adalah penghalang terbesar bagi kita untuk beriman. Kedua, iman itu selalu berelasi dengan akal budi. Beriman adalah persetujuan kita terhadap sesuatu yang kita imani. Dalam proses itu akal budi memberi pertimbangan kepada kita, apakah kita akan menerima atau menolak.

Jadi kalau kita mengatakan beriman kepada Yesus, artinya kita dengan sadar memberi persetujuan. Ketiga, iman yang mencari pengetahuan. Ada hubungan yang sangat erat, antara penghayatan iman dan pengetahuan iman. Idealnya, dengan memperkaya pengetahuan iman, kita semakin mengerti bagaimana mesti bersikap sebagai seorang beriman. Pengetahuan iman, bisa didapatkan dengan membaca Kitab Suci, buku-buku rohani, dll.

Saya sangat yakin, mayoritas dari yang membaca tulisan ini hafal doa Aku Percaya, sekalipun dengan mata tertutup. Tetapi, apakah Anda benar-benar memahami isi doa Aku Percaya itu? Jika Anda sudah memahaminya, syukur kepada Allah. Tetapi jika belum, saya mau mengajak Anda untuk mencari tahu. Carilah buku-buku tentang doa Aku Percaya dan dalamilah, semoga dengan demikian iman Anda bisa semakin berkembang. Semoga hari demi hari, kita semua bisa seperti para murid, “Tuhan, tambahkanlah iman kami”.

Allah harus makin besar dalam kemanusiaanku
P. Louis Antonny Wijaya, SCJ.

Sumber, dan berita warta paroki lain silahkan download di Warta Paroki 03 Okt. 2010

Pos ini dipublikasikan di Warta Paroki. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hari Gini “Ngomong” Iman??

  1. Nugroho berkata:

    Contoh iman katolik yang membuat seluruh dunia kagum adalah penyelamatan pekerja tambang di Chile. Hal itu adalah wujud keajaiban yang terjadi saat ini, dan bukti nyata bila kita beriman semuanya bisa terjadi. Lihatlah bagaimana iman menyatukan keluarga, kerabat dan bangsa Chile. Doa dan dukungan menguatkan para pekerja yang terjebak, dan Tuhan mengabulkannya. Lihat gambarnya di:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s