HIDUP SETELAH KEMATIAN


26 September 2010
39/Th. C/II/10

Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
“Urip kuwi mung mampir ngombe”. Kalimat ini adalah suatu pepatah dalam bahasa Jawa yang berarti, “hidup itu hanya sekedar singgah untuk minum”. Pepatah ini menyiratkan kesementaraan hidup. Harta benda yang ada di dunia juga bersifat sementara. Permenungan Minggu Biasa XXVI dalam Injil Lukas 16:19-31, mengajak kita untuk memaknai hidup dalam anugerah kekayaan yang kita miliki.

Tuhan Yesus memberikan perumpamaan dalam situasi kontras, ”orang kaya dan Lazarus yang miskin”. Orang kaya jelas mengetahui kebutuhan Lazarus karena ia “berbaring dekat pintu orang kaya itu” (ayat 20). Kekayaan bukanlah yang memisahkan relasi orang kaya dengan Lazarus, tetapi ketertutupan hati akan kehadiran orang lain. Orang kaya tidak menyadari bahwa ada situasi serius dan anugerah kesempatan mempersiapkan diri untuk hidup yang kekal. Rasa dan ungkapan syukur akan segala milik akan menjadikan hati kita peka akan kebutuhan dan situasi hidup orang lain.

Hidup di dunia bersifat sementara. Lazarus mengalami kematian begitu juga dengan orang kaya (ayat 22-23). Lazarus dan orang mati mengalami situasi yang berbeda setelah kematian. Lazarus berada dalam pangkuan Abraham. Ia mengalami keintiman relasi dengan Tuhan, mengalami pelukan cinta dari Tuhan. Orang kaya mengalami situasi syeol, situasi yang sungguh-sungguh terpisah dari kebahagiaan bersama Abraham.   Merupakan    hal    mendasar    dalam    hidup   yaitu
menjalin relasi spiritual yang menyelamatkan, bukan relasi yang membawa kepada kepuasan sesaat.

Harta kekayaan dan segala milik adalah anugerah Tuhan. Dengan berbagi dan solider dengan sesama yang berkekurangan, sebenarnya kita sedang dalam proses memperbaharui ”citra” Tuhan. Iman kepercayaan kita bertumpu pada kebangkitan Tuhan Yesus yang telah memperbaharui relasi manusia dengan Bapa yang terputus akibat dosa-dosa manusia. Dalam perikopa Lukas 16:19-31, orang kaya tidak melakukan suatu tindakan yang melukai Lazarus, tetapi ia tidak berbuat apa-apa dalam situasi Lazarus. Semua harta milik akan berakhir di dunia. Marilah saling berbagi iman kepercayaan dengan berbagi apa yang kita miliki.

Salam dan berkat,
Pastor L. Setyo Antoro, SCJ.

Sumber, dan berita warta paroki lain silahkan download di Warta Paroki 26 Sep 2010

Pos ini dipublikasikan di Warta Paroki. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s