ELIA DAN ELISA


(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XI, Rabu 16-6-10)

[Peringatan: Beato Anicetus Koplin (Imam Ordo I Kapusin) dkk. – Martir-martir Polandia]

Menjelang saatnya YHWH hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab YHWH menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi YHWH yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya. Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.” Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan. Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah YHWH, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa (2Raj 2:1.6-14).

Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18.

Nubuat adalah suatu karunia (anugerah) dari Allah untuk membangun umat Allah yang kudus. Cerita tentang pilihan Elia atas diri Elisa sebagai penerusnya adalah sesuatu yang unik dalam Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Pertama = Perjanjian Lama), karena nubuat biasanya bukan merupakan masalah pilihan manusia. Bahkan dalam cerita ini pun, YHWH Allah harus mengkonfirmasikan penunjukan oleh Elia sehubungan dengan peranan profetis/kenabian dari Elisa. Ia (YHWH) melakukannya dengan memperkenankan Elisa untuk menyaksikan sendiri kenaikan Elia ke surga dalam kereta berapi (2Raj 2:11-12). Kita boleh membanding-bandingkan manifestasi kemuliaan Allah dalam peristiwa kenaikan Elia ke surga ini dengan lambang-lambang keagungan ilahi lainnya, misalnya nyala api yang keluar dari semak duri yang dialami Musa (Kel 3:2); juga penglihatan Yehezkiel akan keajaiban di langit, yaitu berupa “angin badai yang bertiup dari utara dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat” dan seterusnya (Yeh 1:4.13.27).

Penerusan peranan kenabian dari Elia kepada Elisa diibaratkan sebagai warisan kepada anak laki-laki yang sulung. Jadi kata-kata Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu” (2Raj 2:9) tidak perlu mengagetkan kita. Prerogatif tradisional seorang anak laki-laki yang sulung adalah, bahwa dia akan menerima ‘dua bagian’ dari harta kekayaan ayahnya (lihat Ul 21:17). Konfirmasi selanjutnya atas otoritas Elisa sebagai seorang nabi adalah, bahwa penerusnya dikonfirmasikan di depan lima puluh anggota komunitas nabi Elia (2Raj 2:7). Elisa menggunakan jubah Elia untuk memukul air dan membelah sungai Yordan. Hal ini sesuai dengan tradisi Yosua membelah sungai Yordan (Yos 3:16-17) dan Musa membelas Laut Merah (Kel 14:21-22).

Meskipun Elia membuat pelayanan kenabiannya diteruskan oleh Elisa, kedua orang itu adalah orang-orang yang sangat berbeda satu sama lain. Elia hidup sebagai seorang pelarian yang selalu berkonflik dengan raja Ahab yang berhati jahat dan Izebel istrinya yang adalah kafir (non Yahudi). Pekerjaan Elia adalah untuk menunjukkan bahwa YHWH adalah Allah yang sejati, dengan melakukan penyembuhan-penyembuhan dan berbagai mukjizat lainnya dalam kurun waktu antara 874 SM dan 853 SM.

Di lain pihak, Elisa adalah seorang petani. Dia melaksanakan karya kenabiannya dari tahun 853 SM sampai sekitar tahun 783 SM. Elisa terus melanjutkan tugas-tugas yang sebelumnya dilakukan oleh Elia, misalnya mengurapi raja (lihat 2Raj 8:13; 9:6). Elisa juga membuat lebih banyak mukjizat daripada yang dibuat Elia, dengan demikian meneguhkan adanya perkenaan surgawi (katakanlah ‘lampu hijau’ dari surga) atas permohonannya kepada Elia untuk memperoleh ‘dua bagian’ dari roh Elia. Elisa memang pantas menjadi penerus Elia. Namun demikian, Elia lebih banyak dikenang daripada Elisa. Tradisi Yahudi mengatakan bahwa Elia akan datang kembali ke dunia untuk mengumumkan kedatangan sang Mesias. Yesus melihat hal ini sebagai telah dipenuhi dalam diri Yohanes Pembaptis (lihat Mat 11:14).

Secara Alkitabiah, seorang murid disebut ‘putera’ dan gurunya disebut ‘bapa’ (lihat 2Raj 2:12). Kita semua memiliki mandat sebagai putera dan puteri Bapa surgawi untuk bantu membangun kerajaan Allah di atas bumi ini.

DOA: Bapa surgawi, seperti Elia dan Elisa, jadikanlah kami sebagai anak-anak spiritual-Mu yang sejati. Dengan demikian kami pun dapat menjadi perpanjangan tangan kasih-Mu bagi sesama kami. Curahkanlah rahmat-Mu juga bagi orang-orang di sekitar kami agar mereka pun memperoleh pengetahuan akan kehadiran ilahi-Mu di tengah-tengah umat manusia. Amin.

Cilandak, 15 Juni 2010 Sdr. F.X. Indrapradja, OFS
Dikirim melalui milis oleh Bambang Setiono

Pos ini dipublikasikan di Doa, Renungan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s