7 Catatan bagi Ajaran Sang Guru


7 Catatan bagi Ajaran Sang Guru :
Catatan 1 :
Socratres mengajar selama 40 tahun, Plato 50 tahun, Aristoteles 40 tahun. Namun Yesus hanya mengajar 3 tahun. Ajaran Nya dalam, namun sederhana
Apa yang diwariskan Yesus kedunia selama pelayanan 3 tahun, melewati apa yang dapat diwariskan seluruh filsuf dan guru-guru terbesar dijadikan satu sepanjang abad. Fakta kecil ini sekaligus sudah menempatkan Yesus dalam jajaran Maha Guru terbesar.
Catatan 2 :
Yesus menyampaikan ajaran Nya secara lisan kepada manusia. Lalu ditulis dan dibukukan dalam alkitab yang sakral dan berwibawa.
Masa pelayananNYA didunia amat singkat, dan Dia tidak akan menghabiskan waktuNYA untuk menulis. Ia bahkan tidak perlu mengawasi penulisan, atau menyuruh orang lain untuk menulis ajaranNYA. Anehkah ? Sama sekali tidak !!! Alasannya sangat mendasar. Ajarannya yang disebut Injil itu terlalu berwibawa untuk bisa didiamkan dan dibendung. Yesus tahu Injil akan ditulis oleh murid-muridnNya, kelak setelah mereka dibukakan mata hatinya oleh Roh Kudus (Yoh 14:26; 16:12-13 1Korintus 2:13) Itulah yang terjadi ! AjaranNYA dibukukan, dan telah memberkati ber miliar hati manusia disepanjang zaman. Kitab yang memberi rahmat ini telah menjadi bacaan renungan dan kupasan yang paling luas diseluruh muka bumi. Kini telah diterjemahkan kedalam 1200 bahasa/dialek dunia. Suatu prestasi tiada banding.
Catatan ke 3.
Ajaran yang termulia TIDAK akan ada nilainya, bila pengajarnya sendiri tidak berperilaku mulia seperti yang diajarkan. Yesus bukan hanya mengajar, tetapi sekaligus mencontohkannya. Apa yang keluar dari mulutNYA, itu yang diwujudkanNYA. . Bahkan apa yang terucapkan untuk masa mendatang, itupun terjadi tanpa kecuali. Keselarasan antara ajaran dan perilaku, antara ucapan dan perbuatan, antara nubuat dan penggenapannya, sungguh merupakan sebuah kesaksian diri Yesus yang mustahil dapat diduplikatkan Guru lainnya.
Catatan ke 4.
Setiap kali Yesus muncul mengajar secara terbuka, Ia otomatis menarik perhatian ribuan orang yang datang berhimpun. Tidak ada panitia yang dibentuk untuk menarik masa. Tidak ada bendahara dan seksi konsumsi. Ia melakukannya secara SOLO. Bahkan Ia sendiri menggelar sebuah perjamuan spektakuler kepada 5000 orang laki-laki dewasa (belum termasuk perempuan dan anak-anak).
Setiap hari, selama 1000 an hari, Ia mengajar dan berkarya non-stop, termasuk mujizat-mujizat yang mustahil bagi mata dan otak manusia.
Dari pagi hingga malam, dari Galilea hingga Yudea, Yesus berjalan kaki berkeliling dari kota ke kota dan dari desa kedesa sambil mengajar (Lukas 13:22). Ia menjelajahi seluruh pelosok untuk mencari dan menyelamatkan domba-dombaNya yang tersesat dan yang hilang. Ia menyebut diriNYA selaku Anak Manusia yang selalu melayani walau tanpa fasilitas fisik apapun: “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNYA (Mat 8:20). Siapa yang menyamai Nya ?
Catatan ke 5 : Yesus penuh kuasa
Yesus bukan mengajar dan berkhotbah seperti guru agama dan ahli taurat, namun mengajar dan berkhotbah penuh kuasa. “Takjublah orang banyak itu mendengar pengajaranNYA, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat” (Mat 7 : 28-29; Luk 4 : 32)
Suatu ketika, para penjaga Bait Allah diperintahkan menangkap Yesus. Tetapi mereka pulang dengan tangan hampa. Saat ditanya : Mengapa kamu tidak membawa Dia?” Para penjaga menjawab : “Belum pernah seorang manusia berkata seperti itu” (Yoh 7:46)
Ya, setiap perkataan Yesus punya wibawa, sekalipun sering dihadapkan dengan pertanyaan sulit dan penuh jebakan, namun tak satupun dijawab dengan ragu, kabur, menanti-nati, keliru, atau kemudian di koreksi Semuanya menakjubkan para pendengarNYA. Sekali kata-kata itu keluar dari mulutNYA, itulah INJIL NYA yang kekal. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKU tidak akan berlalu” (Mar 13:31)
Catatan 6 :
Ajaran Yesus yang terbesar adalah ajaran kasih. Kasih tingkat tinggi : Mengasihi Tuhan, sesama, bahkan musuh-musuh yang menyakitkan :” Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44) Dia pulalah yang membuktikan kasih tingkat tinggi kepada manusia.
Ini dirangkumkan Yesus dalam istilahNYA sebagai Gembala yang mengorbankan nyawa bagi domba-dombaNYA :
“Aku memberikan nyawaKU bagi domba-dombaKU” … Yoh 10:17
“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya, dan kamu adalah sahabatKU” … Yoh 15:13
Sejarah mencatat bahwa Yesus benar-benar memberikan nyawaNYA diatas kayu salib demi manusia.
Memang semua agama mengklaim Tuhan maka pengasih dan penyayang. Namun Tuhan mana yang pernah membuktikan diriNYA berkorban bagi umatNYA ?
Hanya Yesus yang menyodorkan satu pembuktian antara AJARAN KASIHNYA dengan PERBUATANNYA, yaitu berkorban sampai mati dikayu salib.
Catatan 7 : PRODUKTIF sampai mati
Disaat saat terakhir di kayu salib, apakah orang masih peduli akan dunia dan mampu menyelamatkan manusia ? Mungkin ini hanya dalam mimpi saja.
Namun diatas kayu salib, orang yang bernama Yesus, justru sempat memecahkan rekor dunia, mengukir sebuah moral dan karyanya yang terbesar dalam sejarah.
Sejarah mencatat, bagaimana bencinya orang-orang Yahudi akan Yesus , sehingga lebih memilih bersumpah melaknati diri mereka sendiri ketimbang melepaskan Yesus dari hukuman salib. ” Salibkan Dia, salibkan Dia… Biar darahNYA ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami”
Yesus yang tersalib menyaksikan diriNYA dengan satu moral, ajaran pengampunan, yang tak terhapuskan oleh sejarah. DoaNYA kepada Sang Bapa : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu, apa yang mereka perbuat” LUK 23: 34
Lebih dari itu, Yesus yang berjuang ditengah kesakitan dan kesulitan bernafas, saat kritis sesaat sebelum nyawaNYA tercabut, Yesus tetap produktif menyelamatkan seorang penjahat yang juga tersalib disampingNYA. Sipenjahat menyesali dosanya dan bertobat kepada Yesus sambil memohon :”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau kelak datang sebagai raja” LUK 23:42. Yesus dengan otoritas ilahiNYA berkata :”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan AKU didalam firdaus” LUK 23: 43. Ini bukan sebuah janji moga-moga, bukan juga janji kelak, bahkan bukan janji boleh-boleh saja, tetapi janji kepastian, “hari ini juga, engkau bersama-sama dengan Aku”.

Catatan 1 :

Socratres mengajar selama 40 tahun, Plato 50 tahun, Aristoteles 40 tahun. Namun Yesus hanya mengajar 3 tahun. Ajaran Nya dalam, namun sederhana

Apa yang diwariskan Yesus kedunia selama pelayanan 3 tahun, melewati apa yang dapat diwariskan seluruh filsuf dan guru-guru terbesar dijadikan satu sepanjang abad. Fakta kecil ini sekaligus sudah menempatkan Yesus dalam jajaran Maha Guru terbesar.

Catatan 2 :

Yesus menyampaikan ajaran Nya secara lisan kepada manusia. Lalu ditulis dan dibukukan dalam alkitab yang sakral dan berwibawa.

Masa pelayananNYA didunia amat singkat, dan Dia tidak akan menghabiskan waktuNYA untuk menulis. Ia bahkan tidak perlu mengawasi penulisan, atau menyuruh orang lain untuk menulis ajaranNYA. Anehkah ? Sama sekali tidak !!! Alasannya sangat mendasar. Ajarannya yang disebut Injil itu terlalu berwibawa untuk bisa didiamkan dan dibendung. Yesus tahu Injil akan ditulis oleh murid-muridnNya, kelak setelah mereka dibukakan mata hatinya oleh Roh Kudus (Yoh 14:26; 16:12-13 1Korintus 2:13) Itulah yang terjadi ! AjaranNYA dibukukan, dan telah memberkati ber miliar hati manusia disepanjang zaman. Kitab yang memberi rahmat ini telah menjadi bacaan renungan dan kupasan yang paling luas diseluruh muka bumi. Kini telah diterjemahkan kedalam 1200 bahasa/dialek dunia. Suatu prestasi tiada banding.

Catatan ke 3.

Ajaran yang termulia TIDAK akan ada nilainya, bila pengajarnya sendiri tidak berperilaku mulia seperti yang diajarkan. Yesus bukan hanya mengajar, tetapi sekaligus mencontohkannya. Apa yang keluar dari mulutNYA, itu yang diwujudkanNYA. . Bahkan apa yang terucapkan untuk masa mendatang, itupun terjadi tanpa kecuali. Keselarasan antara ajaran dan perilaku, antara ucapan dan perbuatan, antara nubuat dan penggenapannya, sungguh merupakan sebuah kesaksian diri Yesus yang mustahil dapat diduplikatkan Guru lainnya.

Catatan ke 4.

Setiap kali Yesus muncul mengajar secara terbuka, Ia otomatis menarik perhatian ribuan orang yang datang berhimpun. Tidak ada panitia yang dibentuk untuk menarik masa. Tidak ada bendahara dan seksi konsumsi. Ia melakukannya secara SOLO. Bahkan Ia sendiri menggelar sebuah perjamuan spektakuler kepada 5000 orang laki-laki dewasa (belum termasuk perempuan dan anak-anak).

Setiap hari, selama 1000 an hari, Ia mengajar dan berkarya non-stop, termasuk mujizat-mujizat yang mustahil bagi mata dan otak manusia.

Dari pagi hingga malam, dari Galilea hingga Yudea, Yesus berjalan kaki berkeliling dari kota ke kota dan dari desa kedesa sambil mengajar (Lukas 13:22). Ia menjelajahi seluruh pelosok untuk mencari dan menyelamatkan domba-dombaNya yang tersesat dan yang hilang. Ia menyebut diriNYA selaku Anak Manusia yang selalu melayani walau tanpa fasilitas fisik apapun: “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNYA (Mat 8:20). Siapa yang menyamai Nya ?

Catatan ke 5 : Yesus penuh kuasa

Yesus bukan mengajar dan berkhotbah seperti guru agama dan ahli taurat, namun mengajar dan berkhotbah penuh kuasa. “Takjublah orang banyak itu mendengar pengajaranNYA, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat” (Mat 7 : 28-29; Luk 4 : 32)

Suatu ketika, para penjaga Bait Allah diperintahkan menangkap Yesus. Tetapi mereka pulang dengan tangan hampa. Saat ditanya : Mengapa kamu tidak membawa Dia?” Para penjaga menjawab : “Belum pernah seorang manusia berkata seperti itu” (Yoh 7:46)

Ya, setiap perkataan Yesus punya wibawa, sekalipun sering dihadapkan dengan pertanyaan sulit dan penuh jebakan, namun tak satupun dijawab dengan ragu, kabur, menanti-nati, keliru, atau kemudian di koreksi Semuanya menakjubkan para pendengarNYA. Sekali kata-kata itu keluar dari mulutNYA, itulah INJIL NYA yang kekal. “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKU tidak akan berlalu” (Mar 13:31)

Catatan 6 :

Ajaran Yesus yang terbesar adalah ajaran kasih. Kasih tingkat tinggi : Mengasihi Tuhan, sesama, bahkan musuh-musuh yang menyakitkan :” Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:44) Dia pulalah yang membuktikan kasih tingkat tinggi kepada manusia.

Ini dirangkumkan Yesus dalam istilahNYA sebagai Gembala yang mengorbankan nyawa bagi domba-dombaNYA :

“Aku memberikan nyawaKU bagi domba-dombaKU” … Yoh 10:17

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya, dan kamu adalah sahabatKU” … Yoh 15:13

Sejarah mencatat bahwa Yesus benar-benar memberikan nyawaNYA diatas kayu salib demi manusia.

Memang semua agama mengklaim Tuhan maka pengasih dan penyayang. Namun Tuhan mana yang pernah membuktikan diriNYA berkorban bagi umatNYA ?

Hanya Yesus yang menyodorkan satu pembuktian antara AJARAN KASIHNYA dengan PERBUATANNYA, yaitu berkorban sampai mati dikayu salib.

Catatan 7 : PRODUKTIF sampai mati

Disaat saat terakhir di kayu salib, apakah orang masih peduli akan dunia dan mampu menyelamatkan manusia ? Mungkin ini hanya dalam mimpi saja.

Namun diatas kayu salib, orang yang bernama Yesus, justru sempat memecahkan rekor dunia, mengukir sebuah moral dan karyanya yang terbesar dalam sejarah.

Sejarah mencatat, bagaimana bencinya orang-orang Yahudi akan Yesus , sehingga lebih memilih bersumpah melaknati diri mereka sendiri ketimbang melepaskan Yesus dari hukuman salib. ” Salibkan Dia, salibkan Dia… Biar darahNYA ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami”

Yesus yang tersalib menyaksikan diriNYA dengan satu moral, ajaran pengampunan, yang tak terhapuskan oleh sejarah. DoaNYA kepada Sang Bapa : Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu, apa yang mereka perbuat” LUK 23: 34

Lebih dari itu, Yesus yang berjuang ditengah kesakitan dan kesulitan bernafas, saat kritis sesaat sebelum nyawaNYA tercabut, Yesus tetap produktif menyelamatkan seorang penjahat yang juga tersalib disampingNYA. Sipenjahat menyesali dosanya dan bertobat kepada Yesus sambil memohon :”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau kelak datang sebagai raja” LUK 23:42. Yesus dengan otoritas ilahiNYA berkata :”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan AKU didalam firdaus” LUK 23: 43. Ini bukan sebuah janji moga-moga, bukan juga janji kelak, bahkan bukan janji boleh-boleh saja, tetapi janji kepastian, “hari ini juga, engkau bersama-sama dengan Aku”.

Ditulis oleh  Felicia Dana melalui Milis
Pos ini dipublikasikan di Buletin. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s