SUDAH CUKUP?


RENUNGAN HARIAN, RABU 10 JUNI 2009

SUDAH CUKUP? (Bacaan : 1 Timotius 6:3-10)

Sekelompok orang kristiani Amerika mengunjungi seorang pendeta di Kolkata (dulu: Kalkuta-Red), India. Mereka ingin melihat bagaimana ia melayani penduduk miskin di daerah kumuh. Selang beberapa hari, mereka prihatin melihat sang pendeta setiap hari mengayuh sepeda menyusuri kota yang panas dan berdebu. Di akhir kunjungan, mereka ingin membelikannya mobil bekas. Namun, sang pendeta menolak rencana itu. Mengapa? Ia berkata, “Lebih baik uang sebanyak itu kita pakai untuk melayani orang miskin. Hidup saya sudah cukup nyaman.”

Rasa cukup itu relatif. Paulus merasa berkecukupan “asal ada makanan dan pakaian” (ayat 8); sebaliknya, guru-guru palsu di Efesus selalu merasa kekurangan. Mereka sampai memanfaatkan pelayanan ibadah sebagai alat pencari keuntungan (ayat 5). Rasa cukup muncul dari cara orang memandang hidup. Orang yang gandrung mengumpulkan harta baru puas jika sudah punya segalanya. Padahal harta tak akan habis dikejar. Akibatnya, ia selalu merasa kekurangan. Sebaliknya, orang yang sadar bahwa harta itu fana, tak bisa dibawa mati, akan mencari yang lebih bernilai kekal. Baginya mencari Tuhan dan menaati perintah-Nya lebih utama dari mengumpulkan harta. Ini membuatnya merasa cukup dengan apa yang ada.

Adakah sebuah benda yang sangat ingin Anda miliki akhir-akhir ini? Benarkah Anda sangat memerlukannya atau sekadar ingin punya? Bisakah Anda hidup bahagia tanpanya? Memiliki harta benda tidaklah salah, tetapi jangan biarkan ia memiliki Anda. Jangan sampai kepuasan dan kebahagiaan hidup Anda ditentukan olehnya.

Orang miskin bukanlah mereka yang tak punya banyak harta melainkan mereka yang selalu merasa berkekurangan.

Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Renungan Harian. Tandai permalink.

Satu Balasan ke SUDAH CUKUP?

  1. HENDRA YAHYA berkata:

    Setuju sekali…..Tapi susah juha bagi manusia untuk merasa cukup di tengah dunia konsumerisme seperti ini. Salut dengan tulisan-tulisannya Mbak Shinta saya sebagai orang Katolik bangga dan senang ada renungan seperti ini tidak hanya orang Kristen aja yang punya renungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s