BUANG SEMUA KEPAHITAN


RENUNGAN HARIAN SENIN, 3 NOVEMBER 2008

“Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikianlah pula segala kejahatan” (Efesus 4:31)

Saudara yang terkasih, di bulan Juni 1966, Rubin Carter seorang petinju terkenal, bersama seorang kenalannya dihukum atas tuduhan pembunuhan dalam suatu pengadilan yang dipublikasikan begitu gencar dan sangat bernuansa diskriminasi rasial. Petinju itu tetap mempertahankan keyakinannya bahwa ia tidak bersalah. Setelah dipenjara selama 19 tahun, Carter dibebaskan ketika akhirnya pengadilan menyatakan tidak bersalah. Setelah bebas ia mengatakan “Bukankah siapa pun yang mengalami kondisi ini berhak untuk sakit hati? Saya telah belajar bahwa kepahitan hanya akan menggerogoti wadah yang menampungnya. Dan bagi saya, membiarkan kepahitan menguasai saya dengan cara apa pun, berarti mengizinkan mereka yang telah memenjarakan saya untuk mengambil lebih dari apa yang telah mereka ambil.”

Sikap Carter sungguh luar biasa. Tidak semua orang dapat melakukan prinsip tersebut, yaitu mengampuni orang yang bersalah kepadanya dan tidak membiarkan rasa dendam itu menguasai hatinya. Ia tahu benar tidak ada keuntungan yang di dapat bila menyimpan salah satu penyakit hati itu. Kepahitan hanya akan menghancurkan hidupnya, tetapi melepaskan pengampunan justru akan melegakan hidupnya.

Saudara yang terkasih, setiap hari dalam dunia pekerjaan dan pelayanan kita bertemu dengan bermacam-macam tipe manusia. Ada yang asal bicara, asal tuduh, seenaknya memfitnah dsb. Hal tersebut rentan membuat kita kecewa, semuanya akan menjadi lebih baik?. Yang ada justru seperti pepatah ‘Menanga jadi arang, kalah jadi abu’, alias sama-sama dirugikan. Karena itu, mari kita belajar melupakan sikap negatif orang lain dan percayalah jika kita mampu melakukannya, kehidupan akan jauh lebih ringan dan tenang.

Bapa, mampukan aku memberikan pengampunan bagi mereka yang menyakitiku.

Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Renungan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s