UNTA LEWAT LUBANG JARUM?


RENUNGAN HARIAN JUMAT, 24 OKTOBER 2008

Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19:23-24)

Saudara yang terkasih, ada pendapat bahwa orang yang miskin akan lebih rohani daripada orang yang berkelimpahan. Larry Burkett jelas mengatakan hal itu keliru: “Orang miskin tidak memberikan faedah apa pun bagi orang lain. Orang miskin yang tidak jujur sama jahatnya dengan orang kaya yang tidak jujur.”

Ayat ini seringkali menakutkan bagi orang kaya, sekaligus membawa ‘penghiburan’ bagi orang yang kebetulan ekonominya tidak baik. Sesungguhnya, lubang jarum yang Yesus maksudkan adalah istilah yang dipakai Israel untuk menyebut pintu gerbang kota yang ukurannya kecil dan pendek. Pintu gerbang yang besar dan lebar hanya digunakan pada siang hari. Demi faktor keamanan, selama malam hari gerbang besar itu ditutup dan digunakan sebuah pintu sempit dan pendek yang disebut lubang jarum. Bila mau lewat, maka seekor unta harus ‘menyembah’, yaitu membungkukkan badan dan menekuk kaki-kakinya agar bisa menyusup di bawah gerbang itu. Walaupun sukar, tetapi bisa! Jadi tidak benar bahwa orang kaya tidak bisa masuk surga. Orang kaya amat diperlukan dalam pekerjaan Tuhan di dunia ini. Dengan harta yang dimiliki, orang kaya bisa mendukung segala macam pelayanan dan kegiatan gereja. Uang juga sangat dibutuhkan menolong dan memberkati ornag lain yang kekurangan.

Saudara yang terkasih, bila Anda termasuk orang kaya, tidak perlu kuatir tentang tempat Anda di surga. Belajar dari perumpaan unta, lewatilah hidup dengan sikap hati bertelut di hadapan Allah. Allah sama sekali tidak memperhitungkan harta yang melimpah, melainkan hati yang menyembah.

Bapa, kami bersyukur Engkau tidak pernah memandang harta kekayaan. Hidup kekal semata adalah anugerah bagi setiap kami yang percaya kepada Yesus Jusruselamat dunia.

Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Renungan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s