LINGKUNGAN FELICITAS JUARA UMUM FESTIVAL MAKANAN INDONESIA


Sedikit cerita dibalik terpilihnya lingkungan Felicitas sebagai juara umum Festival Makanan Indonesia.

LINGKUNGAN FELICITAS A & B
BERPARTISIPASI DALAM FESTIVAL MAKANAN INDONESIA

Kegiatan bersama yang mempererat ikatan kerja sama dan kekompakan antar umat untuk berperan sebagai umat basis.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke 63  paroki Stefanus,  telah diadakan  Festival Makanan Indonesia yang diadakan pada hari Minggu, 1 September 2008. Acara ini merupakan acara festival makanan yang kedua setelah festival makanan Mandarin tahun lalu.

Babe siap jualan

Peserta festival ini adalah lingkungan-lingkungan di paroki Stefanus, dan dalam festival ini akan ditentukan juga juara dengan kriteria antara lain, keselarasan makanan dengan dekorasi stand dan  stand yang ”ramah lingkungan”

Sibuk melayani pembeli

Sibuk melayani pembeli

Lingkungan Felicitas yang baru dibagi 2 menjadi A dan B, dari sejak awal sejak kabar festival ini akan diadakan, segera menyatakan ingin turut serta dalam festival ini. Jenis makanan yang dipilih untuk ditampilkan segera dipilih dan ada 4 macam. Dari makanan khas Betawi yaitu Lontong Sayur Betawi dan Asinan Betawi, sampai Pindang Kikil Purwodadi dan  Sate Ayam Ponorogo.

Kegiatan persiapan biasanya adalah ajang untuk mempererat ikatan kerja sama antara umat di lingkungan. Persiapan yang dilakukan kali ini, jauh lebih baik, daripada kepesertaan di festival makanan Mandarin yang lalu. Jumlah makanan yang disediakankali ini, direncanakan cukup untuk melayani umat dari misa pertama sampai misa terakhir.

Tampilan stand dengan perangkat tungku dan belangga tanah liat.

Tampilan stand dengan perangkat tungku dan belangga tanah liat.

Dari segi stand, persiapan telah juga di lakukan dengan lebih seksama dan banyak ide umat diwujudkan . Lingkungan membawa meja-meja dan kursi tambahan. Dipersiapkan juga gerobak sate dan lemari kaca ala penjual makanan sungguhan. Untuk penyajian makanan, yang lebih khas Indonesia,  telah disiapkan juga seperangkat tungku arang dan belangga dari tanah liat, koleksi pribadi umat.  Karena harus ramah lingkungan, sebagai tempat menyajikan makanan digunakan ”piring” yang terbuat dari daun.  Kemudian agar nuansa Indonesia tampil menonjol lagi, semua meja dilapis kain batik. Untuk sentuhan terakhir agar tampil asri,  tidak lupa dibawa tanaman hias sebagai tanaman dekorasi. Pengurus lingkungan juga telah mempersiapkan poster yang besar, yang mencantumkan nama lingkungan serta menu dan harga yang ditawarkan. Semuanya itu adalah partisipasi spontan dari umat ke dua lingkungan. Stand disiapkan secara gotong royong hari Sabtu sampai larut malam.

Nah, yang disebutkan diatas tadi adalah tampilan fisik stand. Untuk penjaga stand juga telah disiapkan dengan lebih baik. Karena jam pelayanan stand adalah sepanjang hari Minggu, telah disiapkan banyak ibu-ibu umat lingkungan untuk bergiliran jaga stand. Mereka semua berbusana batik. Lalu untuk menambah nuansa Betawi, sebagai petugas penjualan telah ditugaskan pula bapak-bapak yang berpakaian khas betawi, celana batik, baju koko, bersendal lengkap dengan kopiah. Kedua ketua lingkungan Felicitas A & B turut serta. Telah juga diedarkan surat kepada umat lingkungan untuk datang dan hadir dalam festival ini.

Selanjutnya belajar dari pengalaman berjualan di festival makanan tahun lalu, petugas penerima pesanan dan pembayaran dibedakan dengan yang melayani persiapan dan penyerahan makanan. Jadi penjualan menjadi lebih lancar dan makanan yang dijual juga terjamin kebersihannya. Harga juga ditentukan Rp 10.000, untuk tiap jenis makanan, agar terjangkau dan mudah dalam pembayaran.

Tim kedua lingkungan berpose berdampingan

Tim kedua lingkungan berpose berdampingan

Dengan persiapan yang cukup baik, pada hari H, kegiatan festival dan stand lingkungan berjalan dengan lancar, dan dikunjungi banyak pengunjung . ”Para Babe” sibuk menawarkan makanan dengan merayu umat yang lewat, menerima pesanan dan tentunya menerima pembayaram  Para ”si MboK” sibuk mempersiapkan dan menyerahkan makanan yang dibeli. Semuanya sibuk dan merupakan kegiatan yang menyenangkan.  Yang terbanyak terjual dan juga habis terlebih dahulu adalah sate ayam Ponorogo. Stand masih dibuka sampai misa terakhir , walau tinggal tersisa satu jenis makanan saja.

Hasil penjualan  baik dan cukup untuk membayar semua biaya yang telah dikeluarkan, Syukur kepada Tuhan, sebagai bonus dari hasil kerja sama dan kesungguhan pengurus dan  para umat lingkungan, stand lingkungan Felicitas A & B, dengan lokasi berdampingan dan meja diatur simetris, terpilih sebagai JUARA UMUM FESTIVAL.

Salam.
Ongki W. Dana

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Surat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s