PADANG GURUN


RENUNGAN HARIAN RABU, 10 SEPTEMBER 2008

(Bacaan: Ulangan 14:1-38)

“Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan …” (Ulangan 8:18)

Tak seorangpun ingin memasuki “masa padang gurun”! Meski demikian hal ini kadangkala terjadi dalam hidup kita, sebagaimana halnya bangsa Israel tidak dituntun melalui jalan yang singkat melainkan dibawa Tuhan berputar-putar melalui padang gurun. Masa padang gurun bisa berarti pekerjaan kita sedang mengalami masalah. Bisnis kita merosot, atau bahkan bangkrut. Keluarga kita bermasalah. Kesehatan kita memburuk, dsb. Masa padang gurun membuat kita stres, mengeluh, bahkan berpikir Tuhan tidak lagi mengasihi kita. Sebenarnya kalau kita bisa melihat masa padang gurun dengan cara pandang yang positif, kita akan tahu bahwa hal tersebut diijinkan Tuhan untuk kebaikan kita sendiri. Kita bisa melihat “keindahan” masa padang gurun dengan belajar dari pengalaman bangsa Israel.

Satu, masa untuk masuk dalam pengalaman penuh mujizat. Kapan bangsa Israel melihat pengalaman mujizat yang bertubi-tubi dalam hidup mereka? Ketika masuk dalam masa padang gurun! Mereka melihat Laut Kolsom terbelah. Air Mara yang pahit menjadi tawar. Melihat pemeliharaan Tuhan melalui roti manna dan burung puyuh. Kasut dan baju yang bisa bertahan sampai 40 tahun, dsb. Pada saat kita masuk masa padang gurun dalam pekerjaan kita, pada saat itulah kita justru akan melihat mujizat Tuhan dalam hidup kita!

Dua, masa untuk proses. Padang gurun adalah cara yang tepat untuk memproses dan mempersiapkan bangsa Israek untuk menikmati tanah perjanjian! Jika saat ini mengalami pergumulan hidup yang berat, jangan buru-buru putus asa. Ini hanya sebuah masa persiapan untuk kita menikmati berkat dan janji Tuhan yang luar biasa.

Tiga, masa untuk belajar rendah hati. Jika tidak melewati padang gurun, bisa-bisa bangsa Israel merasa dirinya kuat dan hebat. Itu sebabnya masa padang gurun akan mengajar bangsa Israel menjadi rendah hati dan sangat bergantung kepada Tuhan. Jika kita masuk dalam masa padang gurun, kabar baiknya adalah Tuhan sedang mengajar kita untuk rendah hati dan memiliki ketergantungan penuh kepada Tuhan. 

Masa padang gurun adalah masa terbaik untuk mempersiapkan kita menuju berkat.

Dikirim melalui milis oleh Shinta Kohar

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Renungan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s