MEMBENARKAN DIRI


(Bacaan: Yeremia 31:31-34)

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mazmur 119:11)

Pada suatu hari, dalam perjalanan pulang, supir bus kami menghalangi bus lain dengan berhenti di depannya demi mendapatkan penumpang. Rupanya, ia memanfaatkan peraturan lalu lintas yang melarang kendaraan menabrak dari belakang, tetapi ia lupa pada peraturan yang melarang kendaraan menghambat kelancaran lalu lintas.

Terpikir olehku bahwa banyak dari kita merasa nyaman menerapkan peraturan, jika itu menguntungkan kita dan melanggarnya jika tidak menguntungkan. Aku menarik perbandingan lain: sering kali kita menyalahkan orang ketika mereka tidak menaati hukum, tetapi kita memohon belas kasihan jika kita melakukan kesalahan. Kita menutup mata atas kesalahan-kesalahan kita sendiri, bahkan saat kita menunjuk berbagai kesalahan orang lain.

Kita semua rentan terhadap godaan. Namun, kita dapat mengatasi kelemahan kita dengan menyimpan hukum Allah di hati kita sehingga hukum itu menjadi sebuah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita (Mazmur 119:105). Terang Allah akan menerangi saat kita hanya melihat kesalahan orang lain sementara kita menutup mata terhadap dosa-dosa kita sendiri. Ketika kita melihat kesalahan-kesalahan sendiri, kita akan berhenti menghakimi dan menunjukkan belas kasihan kepada orang lain sekaligus menuntun mereka kepada Allah. 

Hari ini aku akan bersabar terhadap orang lain.

Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Renungan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s