MEMULIHKAN TAMAN EDEN


RENUNGAN HARIAN SELASA, 3 JUNI 2008

 (Bacaan Maleakhi 4:1-6)

“…ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya…” Maleakhi 4:6

Dapat dipastikan banyak orang mengenal taman ini. Taman inilah yang mula-mula menjadi tempat tinggal manusia pertama dan istrinya sebelum akhirnya mereka diusir. Keberadaan taman ini memang menyisakan misteri bagi manusia. Tapi saya percaya ketika Adam dan Hawa masih tinggal di taman ini, mereka merasakan satu hal yang luar biasa bersama dengan Tuhan. Mereka pasti merasakan kehadiran dan persekutuan yang intim dan harmonis dengan Tuhan, mereka dapat mengelola taman dengan baik dan harmonis, bahkan segala sesuatunya tunduk di bawah di bawah kuasa atau otoritas Adam. Setelah mereka kedapatan melanggar perintah Tuhan, sejak itulah mereka kehilangan taman Eden. Kehidupan mereka berubah drastis. Tiba-tiba sejak bumi menjadi tidak bersahabat, Adam harus mengusahakan tanah supaya menghasilkan tanaman yang dapat ia makan.

Kutuk taman Eden itulah yang diwarisi oleh anak cucu Adam, termasuk generasi kita. Lihatlah, bagaimana keharmonisan sebuah keluarga tiba-tiba dapat menghilang seiring dengan tuntutan hidup. Sang ayah disibukkan dengan kegiatan mencari nafkah dan ibu sibuk mengurus kebutuhan serta keperluan seluruh anggota keluarga. Secara otomatis, waktu kebersamaan suatu keluarga mulai hilang sehingga anak-anak kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dalam pertumbuhannya. Allah Bapa memiliki rencana besar bagi keluarga-keluarga di akhir jaman ini. Lihatlah di kitab Maleakhi, Allah berjanji akan memulihkan keluarga-keluarga dengan membuat hati Bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak berbalik kepada bapanya. Artinya, di akhir jaman ini Tuhan sendiri akan memulihkan “taman Eden” dalam keluarga. Itulah keriduan hati Allah! Transformasi di bumi tidak akan pernah terjadi sebelum keluarga-keluarga dipulihkan. Inilah yang harus kita nanti-nantikan dalam keluarga kita. Allah sendiri berjanji akan memulihkan keharmonisan keluarga yang telah dirusakkan oleh si jahat. Mengapa? Karena iblis tahu ketika keluarga-keluarga dipulihkan, maka rencananya akan menjadi hancur lebur.

Bagaimana dengan kita? Apakah di hari-hari ini kita sedang bergumul menghadapi permasalahan dengan keluarga? Suami yang tiba-tiba memiliki affair dengan wanita lain, istri yang terus menerus menuntut, anak-anak yang suka memberontak, keuangan keluarga yang carut marut dan masih banyak lagi. Percayalah, Allah sanggup memulihkan keluarga kita, asal kita terus bertekun dalam pengharapan dan iman di dalam Tuhan Yesus bahwa kelak Dia akan memulihkan keluarga kita. Jangan pernah menjadi putus asa tapi tetap pelihara pengharapan kita dalam doa dan pengucapan syukur. Karena Allah pasti akan menggenapi rencanaNya untuk memulihkan “taman Eden” dalam keluarga.

Pos ini dipublikasikan di Buletin. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s