MENGUBAH KEADAAN


(Bacaan Kejadian 45:1-5)

“…Sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” Kejadian 45:5

Mungkinkah kita dapat mengubah keadaan yang terburuk dalam hidup kita menjadi hal yang terbaik? Jujur saja kita pasti akan lebih mudah untuk bereaksi secara negatif ketika sesuatu yang buruk itu menimpa hidup kita. Entah kita akan memulainya dengan mempersalahkan keadaa, mempersalahkan orang lain, mempersalahkan diri sendiri dan mempersalahkan Tuhan! Memang seperti inilah kita memandang suatu masalah yang terjadi dalam diri kita. Tetapi, pernakah kita berpikir dan memandang sebuah persoalan dengan positif? Bahwa di balik hal buruk yang kita alami ada maksud terbaik yang Tuhan berikan? Sebenarnya sangat sederhana! Kita hanya perlun untuk menyingkirkan pikiran-pikiran negatif dan mulai belajar untuk berpikir positif seburuk apapun hal yang sedang kita alami.

Jika berpikir negatif, tentu kita akan menilai bahwa Yusuf adalah seorang yang menderita dan tidak akan menemukan masa depan yang terbaik. Dan memang, Yusuf harus melewati masa-masa yang begitu sukar dalam hidupnya. Disingkirkan dari keluarga, dijual sebagai budak, difitnah, dipenjara dan dilupakan. Tetapi, Yusuf sama sekali tidak pernah menganggap apa yang dialaminya akan mengubur impian dan pengharapannya. Justru Yusuf menjadikan hal itu menjadi sebuah pelengkap hidup yang nantinya akan menjadi sebuah kehidupan yang Indah. Itulah sebabnya Yusuf tidak punya alasan mempersalahkan orang lain, keluarga atau Tuhannya. Justru imannya makin dikuatkan dan akhir yang Indah saat ia melihat rencana Tuhan bahwa ia dipakai untuk memelihara kehidupan bangsanya.

Susan Cooper, menulis : Untuk perkerjaan rumah, saya diminta membuat lukisan tangga. Saya sudah menyelesaikannya, tetapi ketika saya hendak menyingkirkan tinta, satu titik tertetes tepat di tengah gambar. Waktu sudah tidak memungkinkan untuk menggambar ulang. Saya merasa putus asa sampai saya menangis. Mendengar kesusahan ini, ayah berkata dengan lembut, “Jangan kuatir, tetesan tinta itu seperti bintik di tubuh seekor anjing kecil, hal yang harus kamu lakukan adalah menggambar seekor anjing di sekitar titik hitam itu. Jangan mudah putus asa, nak. Sering kita hanya membutuhkan sedikit keuletan dan daya khayal untuk mengubah keadaan buruk menjadi baik. Ingat, hanya sedikit hal yang memang tidak ada harapan seperti kelihatan sejak awal.” Saya segera menggambar seekor anjing di sekitar titik hitam itu. Keesokan harinya, gambar saya dipilih sebagai gambar terbaik di kelas. “Lihatlah, apa yang dihasilkan oleh daya khayal,” kata guru itu. “Anjing kecil itu justru melengkapi sebuah lukisan dan menjadi Indah!

Sesuatu yang buruk mungkin menodai hidup kita. Tetapi Tuhan justru membuatnya menjadi Indah bagi kita.

Dikirim oleh Shinta Kohar melalui Milis.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Renungan Harian. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s