Komunikasi Yang Mempersatukan


04 Mei 2008
18/TH A/II/08

Surat Gembala

Komunikasi Yang Mempersatukan

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Komunikasi pada dasarnya merupakan hakekat terdalam dari mahluk hidup. Semua mahluk tanpa terkecuali -dengan cara dan tujuannya masing-masing- melakukan komunikasi dalam hidupnya. Pada manusia, kemampuan berbicara atau berkomunikasi pada dasarnya memperlihatkan sesuatu yang cukup esensial dalam kodrat manusia. Lewat kemampuannya inilah manusia mampu mengisyaratkan, mengungkapkan apa yang menjadi perasaan ataupun buah pemikirannya kepada manusia yang lain. Seseorang berkomunikasi karena ia ingin mengekspresikan dirinya kepada orang lain.

Kita pun pada dasarnya, memiliki kebutuhan untuk senantiasa menyatakan diri kita kepada orang lain. Karena adanya kemampuan serta kebutuhan inilah maka komunikasi terjadi. Di sisi lain, manusia yang berkomunikasi, mengindikasikan suatu sikap keterbukaan dan penerimaan pada dunia-lingkungan sekitarnya- dan pada orang lain. Komunikasi terjadi, terdorong juga karena kebutuhan manusia untuk senantiasa berinteraksi dengan sesamanya. Dari contoh alat komunikasi HP yang paling sederhana, dimana orang tidak ingin berpisah dengan HP maka secara tidak langsung, manusia tidak ingin berpisah dengan orang di sekitarnya. Manusia menginginkan selalu ada interaksi bahkan ingin selalu bersatu dengan lingkungannya. Manusia pun dari hari ke hari berupaya agar komunikasi dapat terjadi tanpa batas. Bisnis di bidang komunikasi pun berkembang sangat pesat. Dari waktu ke waktu, para pelaku bisnis di bidang ini berupaya memberikan aneka tawaran menarik. Mulai dari operator jasa telekomunikasi yang sibuk memberikan tarif semurah mungkin sampai beragam produk telepon genggam yang menawarkan berbagai fasilitas dengan harga super terjangkau. Melalui perkembangan teknologi pula, internet misalnya, akses komunikasi dapat secara efektif dan efisien. Berbagai sarana yang ada nampaknya berusaha menanggapi kebutuhan manusia saat ini menembus batas ruang dan waktu berkomunikasi. Hambatan dalam berkomunikasi pada zaman ini pun seharusnya bukan lagi menjadi suatu masalah yang cukup berarti. Maka yang menjadi pertanyaan di sini adalah, berhadapan dengan beragam kemajuan sarana komunikasi yang ada, sejauh mana komunikasi kita dengan sesama kita semakin terbantu? Ironisnya, di tengah era kemajuan teknologi komunikasi, komunikasi tetap menemukan beragam hambatan dan permasalahan. Komunikasi tetap menjadi sebuah kesulitan, misalnya saja ketika berelasi engan orang lain.

Kaum tua dan muda ada kalanya menemukan kesulitan berkomunikasi. Orang tua kerap dianggap kurang mampu memahami kehendak anaknya. Seorang atasan terkadang sulit berkomunikasi dengan bawahannya. Masalah lain juga timbul anakala hakekat dan tujuan berkomunikasi semakin disalahkan. Komunikasi
tidak lagi diarahkan untuk menebar keterbukaan dan cinta melainkan suatu perpecahan. Media komunikasi yang seharusnya bisa digunakan sebagai sarana penyebaran nilai-nilai, justru digunakan untuk tujuan sebaliknya. Tidak jarang pula digunakan untuk kepentingan yang kurang tepat.

Saudara-saudari terkasih, Pada hari minggu ini, Gereja Katolik secara khusus memperingati Hari Komunikasi Sedunia. Perayaan hari komunikasi ini pertama kali diprakarsai oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1967. Setahun sekali Gereja Katolik mengkhususkan satu hari Minggu Pertama, agar seluruh jajaran umat Gereja Katolik menyadari betapa besar dampak peran alat-alat komunikasi dalam membentuk opini masyarakat dan menawarkan nilai-nilai. Kedua untuk mengumpulkan dana untuk mendukung karya pewartaan dalam bidang komunikasi. Oleh karena itu, Gereja Katolik mendesak seluruh jajaran umat Katolik untuk dengan jeli menggunakan sarana komunikasi ini untuk mewartakan Injil. Minggu ini merupakan perayaan Hari Komunikasi Sedunia yang ke-42. Bapa Paus Benedictus XVI mengusung tema Media Komunikasi Sosial: Pada Persimpangan Antara Pengacuan Diri dan Pelayanan Untuk Berbagi Dengan Orang Lain.$B!I(B Bapa Paus melihat keadaan sosial masyarakat saat ini yang -seolah- berada di persimpangan jalan. Kemajuan teknologi di satu sisi memberikan kemungkinan untuk perkembangan kebaikan, di lain sisi juga memberi peluang akan kreativitas kejahatan. Kita pun diajak untuk bertanya sejauh mana perkembangan komunikasi dan media komunikasi telah kita gunakan untuk mengupayakan kebenaran dan melayani sesama, bukan justru untuk memanipulasi orang lain. Lebih dalam lagi, kita diajak untuk melihat pola dan model komunikasi yang kita gunakan selama ini. Setiap orang harus menaruh perhatian pada pilihan kata-kata yang digunakan dan cara-cara menyapa orang lain, karena semuanya itu bisa mengembangkan persatuan, maupun bisa menciptakan perpecahan dan konflik Dari mulut yang sama keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudariku, tidak boleh demikian terjadi (Yak 3:10).

Kitab Suci mengingatkan kepada kita bahwa kata-kata mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mempersatukan orang atau untuk memecah-belah, untuk mempererat ikatan persaudaraan atau untuk mengundang perseteruan. . (Bdk. Paus Yohanes Paulus II, Pesan pada Hari Komunikasi Sedunia Ke-39)

Saudara-saudari yang terkasih, Merobohkan tembok-tembok pemisah dan membangun jembatan-jembatan adalah dua tantangan besar komunikasi yang kita semua hadapi Kita berharap agar komunikasi yang kita bangun di dalam lingkungan sekitar kita sungguh menjadi jalan dalam mempererat ikatan-ikatan persahabatan dan cinta di antara sesama kita. Di mana di dalamnya semua orang saling merasakan kehadiran Kehendak Allah yang dijanjikan (Bdk. Yoh 17:6-11). Dari situ pulalah semua orang dapat merasakan dorongan kekuatan dan sukacita ketika menghadapi penderitaan sebagai murid Kristus (1Ptr 4:13-15). Media komunikasi pun hendaknya kita gunakan dengan lebih bijaksana sebagai sarana $B!H(Bpembawa damai bila terjadi pertengkaran; pembawa terang bila terjadi kegelapan; pembawa pengampunan bila terjadi balas dendam..

Salam,
Fr. Prasetya H. Wicaksono.

BACAAN HARIAN TAHUN A/II
Senin, 05 Mei 2008 : Hari Biasa Pekan VII
Paskah (P). Kis
19:1-8; Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7b;
Yoh 16:29-33.
Selasa, 06 Mei 2008: Hari Biasa Pekan VII Paskah
(P). Kis
20:17-27; Mzm 68:10-11.20-21;
Yoh 17:1-11a.
Rabu, 07 Mei 2008: Hari Biasa Pekan VII
Paskah (P). Kis 20:
28-38; Mzm 68:29-30.33-35a.
35b-36c; Yoh 17:11b-19.
Kamis, 08 Mei 2008: Hari Biasa Pekan VII Paskah
(P). Kis 22:
30 $B!&(B23:6-11; Mzm 16:1-2a.5.7-
8.9-10.11; Yoh 17:20-26.
Jumat , 09 Mei 2008: Hari Biasa Pekan VII Paskah
(P). Kis 25:
13-21; Mzm 103:1-2.11-12.19-
20b; Yoh 21:15-19.
Sabtu, 10 Mei 2008: Hari Biasa Pekan VII Paskah
(P). Kis 28:
16-20.30-31; Mzm 11:4.5.7;
Yoh 21:20-25.
Minggu, 11 Mei 2008: Hari Raya Pentakosta (M). Kis
2:1-11; Mzm
104:1ab.24a.29bc-30.31.
34; 1Kor 12:3b-7.12-13; Yoh 20:19-23.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Surat Gembala. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s