Dari Surabaya


Dear friends,
 
Tidak di sangka2 dengan kepindahan Andre dan saya ke Surabaya, kami bertemu dengan Romo Didik Setiyawan CM (dari Paroki St. Vinsensius, Jln. Widodaren, Surabaya) yang aktif dalam mengelola Yayasan Merah Merdeka (YMM) tempat pendampingan anak2 jalanan dan membantu anak2 miskin.
 
Yayasan ini dibentuk sejak 1998 karena keadaan yang memburuk membuat banyak anak2 putus sekolah karena orang tua tidak mampu atau karena orang tua berpisah jadi anak2 kehilangan kasih sayang dan mencoba hidup dijalan dengan mengemis dan mengamen.
 
Romo dan pengurus YMM turun kejalan, mengunjungi dan mengadakan pendampingan, dan bila ada yang berniat merubah hidup dapat tinggal di rumah yang dikelola YMM dan disekolahkan. Didalam rumah inilah mereka didampingi untuk belajar hidup teratur, kerjasama, saling menghargai dan mengasihi meskipun mempunyai perbedaan.
Saya sangat merasakan betapa sulit hal2 tsb harus dicapai oleh anak2 itu setelah hidup dijalanan ber tahun2. Rumah mereka adalah jalanan, hidup mereka keras dan pada umumnya mereka tidak disenangi masyarakat. Harga diri mereka hilang , mereka sudah biasa hidup diusir setiap saat..dari emperan satu ke yang lain..
 
Saya pribadi sedang mencoba untuk menemani dan membimbing anak2 tsb.dalam hal belajar (terutama bahasa inggris) dan tempat curhat buat mereka yang sudah lama tidak merasakan figur Ibu. Terus terang, saya tidak tau apa yang dapat saya achieve. Tapi saya serahkan seluruhnya pada yang Atas dan berkuasa.
Tuhan telah mempertemukan saya dengan anak2 ini pas setelah anak2 kami pun beranjak dewasa dan secara fisik jauh dari kami.
 
Ada beberapa cerita dari mereka yang ingin saya share ke teman2 :

Samsul waktu masih kecil ditinggal ibunya untuk menjadi TKI di Malaysia. Pada saat itu dia berjanji kepada orangtuanya bahwa dia akan sekolah dengan rajin. Tapi pada saat dia bertemu dengan Romo, dia sudah lama tidak sekolah dan usianya sudah besar jadi sekolah tidak ada yang mau menerima dia. Tapi dia sangat terikat dengan janji kepada ibunya dan bila bercerita, dia sampai menangis karena dia masih sangat ingin sekolah karena ingin menjadi kebanggaan orangtuanya. Padahal sejak pertama kali pergi ke Malaysia, dia sudah tidak pernah bertemu ibunya, dan sejak tinggal di Yayasan dia tidak pernah dihubungi siapa2.
Amin pandai disekolah dan tinggal di Yayasan. Tapi merasa bertanggung jawab untuk bekerja dan membiayai 3 orang adiknya karena ibunya mau kawin lagi. Padahal dia sudah hidup di jalan ber tahun2 lamanya.
Banyak dari mereka yang turun kejalan karena ingin meringankan beban orangt tua (kalau pun masih ada) karena keadaan yang sangat miskin.
Banyak kejadian2 mereka yang membuat mereka harus menjadi dewasa walaupun sebenarnya belum waktunya.

Ada 2 lagi rumah yang  dikelola Romo :

 Rumah Singgah boleh disinggahi oleh anak2 miskin yang hidup dijalan namun mereka masih memilih untuk hidup dijalan.
Sanggar Belajar adalah tempat belajar anak2 dari keluarga miskin (anak tukang becak, buruh pabrik, kuli batu, pedagang keliling, pemulung) dan banyak yang hidup dipinggir kali. Sebagian besar anak2 tersebut dibantu biaya sekolahnya. Dan tiap hari Minggu diadakan program Mami Sehat (Makan Minum Sehat) bagi anak2 Sanggar. Jumlah anak Sanggar seluruhnya 175 anak. Yang menjadi staff pengajar di Sanggar ini adalah mantan anak2 jalanan atau anak2 yang sudah agak besar (kakak2nya).
Saya secara pribadi ingin mengetuk hati teman2 untuk menolong Yayasan ini. Baik secara moril maupun materil.
 
Kalau mau bergabung dan terjun langsung (bagi yang berdomisili di Surabaya) untuk membantu memikirkan nasib anak2 ini bisa contact saya.
 
Tapi bagi yang ingin membantu dengan menyumbang boleh langsung transfer ke account Romo :
 
BCA Cab KCP Tidar Surabaya
A/N Aloysius Didik Setiyawan
Acc # 2140544607
 
Ada baiknya di beri tau saya kalau ada yang mentransfer, agar di cek oleh Romo dan juga dapat kita kirimkan buletin kegiatan YMM .
 
Apapun yang Bapak/Ibu berikan, akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup anak2 kita. Dan untuk kebaikan Bapak/Ibu, hanya Tuhan saja yang bisa membalasnya.
 
Sebab ketika Aku lapar kamu memberi Aku makan
Ketika Aku haus kamu memberi Aku minum
Ketika Aku seorang asing kamu memberi Aku tumpangan
Ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian
Ketika Aku sakit kamu melawat Aku
Ketika Aku dalam penjara kamu mengunjungi Aku
 
                                       MATIUS 25 : 35 – 36

Dikirim oleh Sinta Kohar dari Milis

Pos ini dipublikasikan di Buletin. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s