Warta Paroki St. Stefanus Cilandak edisi 10 Februari 2008


Saudara-saudari yang dicintai Tuhan,
 Kita telah memasuki masa prapaskah dengan menerima abu di dahi sebagai lambang pertobatan. Selama masa prapaskah ini, KAJ mengajak kita untuk merenungkan tema, “Pedulikah saya dengan lingkungan hidup kita”. Permenungan tema ini akan kita mulai bersama Yesus, Sang Anak Allah yang ‘memasuki’ pencobaan di padang gurun (Mat 4:1-11). Kisah dalam perikopa ini ingin menunjukkan Mesias dan Anak Allah seperti apakah Ia sebenarnya. Tempat pencobaan di padang gurun dan menggunakan angka 40 yang mengisyaratkan suatu kontras antara Israel Lama dan Yesus. Setelah bebas dari perbudakan di Mesir, Israel kuno dicobai dan mengalami kekurangan. Yesus mengalami pencobaan dan menang.

“Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti” (ay.3). Roti adalah kebutuhan pokok. Yesus adalah Anak Allah, dapatkah Ia melakukan apa yang telah dilakukan Allah sendiri di masa lampau bagi umat yang sedang sedih, disiksa, dan kelaparan? Yesus melihat diriNya sendiri di tengah-tengah orang lapar, mereka percaya kepadaNya, mengikuti Dia di tempat-tempat sunyi, kini mereka cape serta membutuhkan makanan. Ia akan menyuruh mereka duduk berkelompok dan kemudian Ia mengambil beberapa roti yang ada dan menyuruh agar dibagi-bagikan oleh para murid. Mereka akan makan dan kenyang, dan mereka akan takjub, antusiasme mereka akan naik. Mereka akan menobatkanNya menjadi raja, ribuan orang ada di sana dan banyak lagi akan mengikuti Dia, Ia akan menjadi Raja Sang Mesias, dalam kekuasaanNya. Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan hanya dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (ay.4).
Impian pencobaan berlangsung terus, mereka akan percaya kepadaNya, mereka akan menerimaNya sebagai yang diutus Allah. Sang Anak Allah harus datang dalam kemuliaan. Mereka sebenarnya mengharapkan agar Dia datang dari surga. Yesus melihat diriNya ditempatkan di puncak kenisah, di bawahNya adalah massa rakyat yang datang dari desa-desa, dari negeri yang jauh, dan dari segala bangsa. Lagi-lagi terdengar suara, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada tertulis : Mengenai Engkau Ia akan  memerintahkan  para
 malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kakiMu jangan terantuk kepada batu” (ay.6). Tetapi Yesus menjawab, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (ay.7).
 “Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembah aku” (ay.9). Inilah masalah yang sesungguhnya : siapa yang akan berkuasa? Akankah Yesus mewartakan dan mendirikan kerajaanNya sendiri, kerajaan manusia, atas dasar pola yang sama dengan kekaisaran besar yang datang dan pergi, muncul dan tenggelam? Semua dibangun atas dasar yang sama yakni roti, kemuliaan, dan kekuasaan. Atau akankah Ia memperkenalkan Kerajaan Allah, kerajaan kekal, awal dari ciptaan baru? Masalah yang sama dipertaruhkan seperti  pada awal sejarah umat manusia : Apakah Allah adalah pusat dan tujuan dari segala ciptaan? Ataukah manusia akan merebut tempatNya? “Engkau akan menjadi seperti Allah”. Hal ini adalah apa yang dicoba oleh semua manusia sepanjang abad untuk dijadikan objek keinginan mereka dengan membangun kerajaan mereka sendiri, dengan aneka caranya sendiri. Daya dorong dan akarnya sama : kebutuhan manusia akan roti, kedambaan akan kemuliaan dan status sosial, dorongan untuk berkuasa, dambaan akan kekuasaan. Apakah ini hanya berlaku bagi manusia? Ataukah ular firdaus yang membangkitkan cobaan akan kemandirian manusia, pemberontakan melawan Allah? Tetapi Yesus menjawab, “Enyahlah iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (ay.10).  Inilah jawaban Yesus. Ia diutus untuk mewartakan dan membawa Kerajaan Allah ke dunia. Ia tetap setia pada perutusanNya sampai akhir hidupNya.

Salam dan berkat
Pastor L. Setyo Antoro SCJ

B A C A  A  N     H A R I A N   TAHUN A/II
Senin, 11 Feb. 2008 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U). Im 19:1-2.11-18; Mzm 19:8-10.15; Mat 25:31-46.
Selasa, 12 Feb. 2008 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U). Yes 55:10-11; Mzm 34:4-7.18-19; Mat 6:7-15.
Rabu, 13 Feb.2008  : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U). Yun 3:1-10; Mzm 51:3-4.12-13.18-19; Luk 11:29-
32.
Kamis, 14 Feb. 2008 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U). Est 4:10a.10c-12.17-19; Mzm 138:1-3.7c-8;
Mat 7:7-12.
Jumat , 15 Feb. 2008 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U). Yeh 18:21-28; Mzm 130:1-8; Mat 5:20-26.
Sabtu, 16 Feb. 2008 : Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U). Ul 26:16-19; Mzm 119:1-2.4-5.7-8; Mat 5:43-48.
Minggu, 17 Feb. 2008 : Hari Minggu Prapaskah II (U). Kej 12:1-4a; Mzm 33:4-5.18-20.22; 2Tim 1:8b-10;
10; Mat 17:1-9.

Pos ini dipublikasikan di Buletin, Surat Gembala. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s