- Jum’at, 1 Mei 2009 Kel. Hadi/Patricia, saturnus I/1
- Rabu, 6 Mei 2009 Kel. Handi/Sisca, Uranus III/8. Akan diisi renungan oleh Rm. Alfons OFM dari Cipanas
- Jum’at, 8 Mei 2009 Kel. Damer/Winda, Jupiter II/24
- Rabu, 13 Mei 2009 Kel. Ibu L. Windoe, Matahari I/L3-6
- Jum’at, 15 Mei 2009 Kel. Tjan Soen Eng/Gwenny, Neptunus VI/10
- Rabu, 20 Mei 2009 Kel. Gianto/Honny, Venus A3/8-9
- Jum’at, 22 Mei 2009 Kel. Gunawan/Dewi, Jupiter II/28
- Rabu, 27 Mei 2009 Kel. Robert/Santi, Matahari I/L3-29
- Jum’at, 29 Mei 2009 Kel. Nur/Titi Tabusala, Jupiter Raya 3
Setiap pertemuan akan diadakan pada jam 20.00.
Terima kasih untuk warga yang telah bersedia membuka rumah untuk pertemuan pertemuan tersebut, kiranya berkat Tuhan melimpahi rumah Saudara dan seisinya.
Kami mengharapkan pertemuan pertemuan tsb diatas dapat makin memperkuat iman dan tali persahabatan kita sebagai warga katolik di lingkungan Felicitas.
Shaloom,
Sie. Liturgi.
Gereja-gereja Protestan menyediakan Kitab Suci di bangku-bangku mereka serta mendorong umatnya untuk membawa Kitab Suci mereka sendiri. Gereja-gereja Katolik menyediakan Lembaran Misa di bangku-bangku mereka yang berisi bacaan-bacaan dari Kitab Suci yang akan diwartakan pada hari itu. Setiap umat Katolik dianjurkan untuk membawa Kitab Suci pribadi mereka untuk digunakan pada waktu doa dan renungan sebelum dan sesudah Misa. Yang sering terjadi adalah umat Katolik ke gereja membawa Puji Syukur saja, tanpa Kitab Suci. Gejala ini menimbulkan kesan bahwa Gereja Katolik tidak akrab dengan Kitab Suci.
Sebagian besar orang non-Katolik tidak paham bahwa Gereja Katolik menyelenggarakan pelayanan liturgi setiap hari sepanjang tahun. Mereka juga tidak paham bahwa Gereja Katolik mempunyai kalender liturgi yang menentukan bacaan-bacaan mana dari Kitab Suci yang harus diwartakan setiap hari sepanjang tahun. Bacaan-bacaan hari Minggu dibagi dalam tiga Lingkaran Tahun Gereja (Tahun A, Tahun B dan Tahun C). Setiap lingkaran tahunan dipusatkan pada salah satu dari ketiga Injil sinoptik (Tahun A : Matius, Tahun B : Markus atau Tahun C : Lukas). Injil Yohanes digunakan pada setiap lingkaran tahunan pada masa Paskah dan pada tahun B karena Injil Markus lebih pendek dibandingkan Injil sinoptik lainnya.
Tahun Baru Gereja dimulai pada Minggu Pertama Masa Adven dan berakhir pada Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan dari Perjanjian Lama dan Mazmur Tanggapan dipilih yang sesuai dengan bacaan Injil. Bacaan kedua diambil dari Surat-surat para Rasul dari Perjanjian Baru dan diwartakan mulai dari awal hingga akhir.
Selama Masa Paskah, bacaan dari Kisah Para Rasul menggantikan bacaan dari Perjanjian Lama. Kalender liturgi dan lingkaran tahun gereja telah dipergunakan, dengan sedikit perubahan, baik oleh gereja-gereja Lutheran maupun Episcopal. Misa harian mempunyai satu lingkaran pewartaan Injil. Keempat Injil digunakan dalam Misa harian sepanjang tahun. Bacaan pertama dalam Misa harian menggunakan Tahun I (untuk tahun ganjil) atau Tahun II (untuk tahun genap). read more…
RENUNGAN HARIAN, KAMIS 23 APRIL 2009
(Bacaan; Mazmur 39:1-7)
Pak Odang adalah penjual bubur ayam keliling. Enak dan jadi langganan banyak orang. Setiap pagi buburnya selalu laris diantri pembeli. Sering malah ada langganan yang sampai tidak kebagian. Seorang pembeli mencoba memberi saran kepadanya, “Pak Odang, besok buburnya agak banyakan dong”. Pak Odang hanya tertawa kecil, “Kalau ditambah terus, tidak bakalan ada habisnya,” katanya ringan.
Pak Odang tahu batas. Ia tahu bahwa kalau mau dituruti, keinginan untuk mendapat lebih tidak akan ada habisnya. Celakanya, terkadang kita justru berlaku sebaliknya, tidak tahu batas. Tidak tahu batas kerja, tidak tahu batas bicara, tidak tahu batas makan. Sudah berkuasa, masih ingin berkuasa. Sudah punya banyak, masih ingin lebih banyak lagi. Tidak pernah merasa cukup. Selalu merasa kurang, sehingga kita terus memacu diri. Akibatnya, kita malah kehilangan hal-hal yang lebih penting; kesehatan, waktu bersama keluarga, relasi pribadi dengan Tuhan dan sebagainya. Maka kita perlu selalu ingat, bahwa hidup ini fana. Akan ada masanya ajal menjemput (ayat 5).
Seperti Daud, baiklah kita berseru lepada Tuhan, memohon hikmat agar kita mengetahui “batas kita”. Dan menyadari bahwa hidup kita “hanyalah bayangan yang akan berlalu” (ayat 7). Dengan memiliki sikap tahu batas, kita akan terjaga dari sifat kemaruk (selalu ingin memiliki sesuatu secara berlebih, tidak pernah puas) atau serakah. Jangan lupa, godaan tidak selalu berupa kekurangan, tetapi juga bisa berbentuk kelebihan. Pencobaan tidak selalu berbentuk jalan buntu, tetapi terkadang juga berupa jalan yang lurus dan mulus. Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik maka tahu batas itu penting.
Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.
Pada hari Minggu, 25 Januari 2009, telah berlangsung Misa Perayaan Imlek pada jam 9.45 di gereja paroki Stefanus, Cilandak. Misa ini merupakan misa konselebrasi, yang dipimpin oleh 2 romo tamu, yaitu Romo Simon dan Romo Yuliwan SCJ. Panti iman dan pintu masuk, sudah didekor dengan ornamen khas perayaan Imlek. Didepan altar ada rangkaian bunga berwarna merah dan kuning cerah. Terima kasih kepada ibu Jocelyne yang selain meyumbang untuk dekorasi tersebut, tapi juga yang memasangnya sampai larut malam.

Koor Felitas sedang beraksi
Misa dibuka dengan Ucapan Atas Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus dalam bahasa Mandarin. Semua lagu pengiring misa adalah lagu berbahasa Mandarin, yang dinyanyikan oleh Koor Felicitas. Semua anggota koor, dirigent, organis dan pemain keyboardnya berpakaian Cheongsam. read more…
Jangan mengatakan BAPA
kalau sehari-hari tidak berlaku sebagai anak
Jangan mengatakan KAMI
kalau engkau hidup tersendiri dalam egoismemu
Jangan mengatakan YANG ADA DI SURGA
kalau hanya memikirkan hal-hal duniawi
Jangan mengatakan DIMULIAKANLAH NAMAMU
kalau tidak menghormatiNya
Jangan mengatakan TERJADILAH KEHENDAKMU
kalau tidak mau menerimanya bila ternyata adalah berat dan pahit
Jangan mengatakan BERILAH KAMI REJEKI PADA HARI INI
kalau tidak prihatin akan mereka yang lapar , orang buta huruf dan tanpa harapan untuk besok
Jangan mengatakan AMPUNILAH KESALAHAN KAMI
kalau masih menyimpan kebencian terhadap saudaramu
Jangan mengatakan JANGANLAH KAMI BIARKAN JATUH DALAM PENCOBAAN
kalau masih bermaksud berbuat dosa
Jangan mengatakan BEBASKANLAH KAMI DARI YANG JAHAT
kalau tidak berani mengambil posisi melawan kejahatan / apalagi mau murtad
Jangan mengatakan AMEN
kalau tidak menganggap serius setiap kata dalam doamu, doa BAPA KAMI
Dikirim oleh Lucia Darmadi melalui milis
RENUNGAN HARIAN, SELASA 16 DESEMBER 2008
OBAT DALAM LUKA (Bacaan: 2 Korintus 1:3-11)
“Jika kami menderita, hal itu adalah untuk penghiburan dan keselamtan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu” (2 Korintus 1:6)
Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang memiliki ilmu kebal; yang mempan ditembus senjata tajam, bahkan peluru? Mungkin pernah. Namun, adakah orang yang kebal terhadap penderitaan? Selama punya rasa dan hati, orang tidak dapat kebal dari kesesakan hidup. Akan tetapi, penderitaan yang berat belum tentu “menggilas” manusia. Mari cermati pesan Paulus tentang hal ini.
Mengawali suratnya kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata bahwa Allah telah menghiburnya dalam penderitaan. Ya, ia memang sedang harus menanggung kesengsaraan Kristus ketika surat ini ditulis (ayat 5). Namun, saat ia mengalami penderitaan berat, ada juga penghiburan yang besar. Bahkan penderitaan itu pada gilirannya justru menjadi penghiburan. Inilah pesannya; di tengah impitan beban hidup, kita mesti membuka hati untuk merasakan penguatan Allah. Dan ada satu kenyataan ilahi yang memampukan kita untuk menghadapi segala beban hidup, yakni bahwa Allah kita sungguh berkuasa, bahkan dapat membangkitkan orang mati (ayat 9). Hal ini terbukti melalui peristiwa kebangkitan Kristus. Dan itulah pengharapan Paulus.
Jika kita menghadapi beban hidup bersama-sama dengan Allah, maka sebuah “luka” pun dapat berubah menjadi “obat”. Bagaimana tidak? Penderitaan yang kita alami akan membuat kita memiliki pengalaman iman dengan Tuhan. Melalui hal itu, kita pun dikuatkan untuk tetap tegar di tengah badai. Dan pada gilirannya, orang yang kuat akan dapat meneguhkan orang lain. Bukan dengan penghiburan klise, tetapi penghiburan yang berdasarkan pengalaman nyata.
Penderitaan berat yang diolah dengan tepat dapat menjadi obat rohani yang mantap.
Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, ‘berapa saya haru membayar untuk segelas besar susu ini ?’
Wanita itu menjawab: ’Kamu tidak perlu membayar apapun’.
‘Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan’ kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata:’ Dari dalam hatiku aku berterima kasih pada anda.’
Sekian belas tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudah tidak sanggup menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kotabesar, dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!. Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi.. ‘Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..’ tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: ‘Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia.’
Sekarang terserah anda,anda dapat mengirimkan pesan cinta ini kepada orang lain, atau abaikannya dan berpura-pura bahwa kisah ini tidak menyentuh hati Anda.–
Dikirim oleh Herman Tanuwijaya melalui milis.
Sumber: Unkown.
Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi, ”Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana “
Dengan lembut, dokter itu berkata, “Saya tidak tahu.”
“Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana ?”
Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.
Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, “Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal… saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup.”

Kiranya ada damai sejahtera besertamu hari ini.
Kiranya anda percaya Tuhan tahu
dimana anda akan berada.
Saya percaya bahwa teman2 adalah malaikat-malaikat pendiam yang selalu
menjaga kita agar tidak jatuh
ketika sayap-sayap kita kesulitan mengingat bagaimana terbang
Dikirim oleh Herman Tanuwijaya melalui Milis.
Sumber: Unknown.
VILLA CINERE MAS
WIL IX B – PAROKI ST. STEFANUS CILANDAK
IBADAT ADVEN 2008
JANGAN TAKUT (Luk 2:10)
KAMU DIPILIH, KAMU DIUTUS, HADAPI TANTANGAN, AKU BESERTAMU
Shaloom Teman teman terkasih dalam Kristus,
Kedatangan Tuhan dalam Natal patut kita persiapkan dengan baik, tidak hanya secara pribadi, tetapi juga bersama sama. Proses pertemuan pertemuan dan Ibadat dipersiapkan agar betul betul membantu rohani kita dalam menyambut kehadiranNya.
Lingkungan kita amat diberkati dengan kesediaan Romo Hendaryono (Bintaro) dan Romo Aloysius (Kemakmuran) untuk membimbing kita dalam pertemuan2 sbb:
Pertemuan 1, Jumat 28 Nov (20.00) dirumah Kel. Frans-Lucy, Jl. Uranus 12
Pemb: Rm. Aloy, JANGAN TAKUT KAMU DIPILIH(Lukas 2:8-20)
Pertemuan 2, Kamis 4 Des (20.00) dirumah Kel. Ben-Johana, Jl. Jupiter IA no. 2
Pemb: Rm. Hendaryono, JANGAN TAKUT KAMU DIUTUS
(Kisah para Rasul 11:19-26)
Pertemuan 3, Kamis 11 Des (20.00) dirumah Kel. Sunarto-Lili, Jl. Jupiter IIIC/2
Pemb: Rm. Hendaryono, JANGAN TAKUT, HADAPI TANTANGAN
(Kisah Para Rasul 21 : 10-14)
Pertemuan 4, Kamis, 18 Des (19.30) dirumah Kel. Harmanto-Wati, Jl. Uranus V/20
Pemb: Rm. Aloy, JANGAN TAKUT AKU BESERTAMU (Mat 28:16-20)
Pada pertemuan ke 4 ini, akan diadakan Ibadat Pertobatan bersama-sama,
Dipimpin oleh Romo Aloy.
Mari berkumpul, saling menopang Iman satu sama lain dan merenungkan misteri kelahiranNya dan bertumbuh dalam Iman, Harapan dan Cinta Tuhan.
Shaloom,
Sie Liturgi.
ps: Romo Aloy adalah Romo nya para mahasiswa, barangkali ada yang berminat mengajak serta putra putri ke pertemuan??
**Terima kasih untuk keluarga2 yg bersedia membuka rumahnya, dan juga untuk warga yang membantu membuat lilin Adven, Tuhan memberkati…**
RENUNGAN HARIAN SENIN, 3 NOVEMBER 2008
“Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikianlah pula segala kejahatan” (Efesus 4:31)
Saudara yang terkasih, di bulan Juni 1966, Rubin Carter seorang petinju terkenal, bersama seorang kenalannya dihukum atas tuduhan pembunuhan dalam suatu pengadilan yang dipublikasikan begitu gencar dan sangat bernuansa diskriminasi rasial. Petinju itu tetap mempertahankan keyakinannya bahwa ia tidak bersalah. Setelah dipenjara selama 19 tahun, Carter dibebaskan ketika akhirnya pengadilan menyatakan tidak bersalah. Setelah bebas ia mengatakan “Bukankah siapa pun yang mengalami kondisi ini berhak untuk sakit hati? Saya telah belajar bahwa kepahitan hanya akan menggerogoti wadah yang menampungnya. Dan bagi saya, membiarkan kepahitan menguasai saya dengan cara apa pun, berarti mengizinkan mereka yang telah memenjarakan saya untuk mengambil lebih dari apa yang telah mereka ambil.”
Sikap Carter sungguh luar biasa. Tidak semua orang dapat melakukan prinsip tersebut, yaitu mengampuni orang yang bersalah kepadanya dan tidak membiarkan rasa dendam itu menguasai hatinya. Ia tahu benar tidak ada keuntungan yang di dapat bila menyimpan salah satu penyakit hati itu. Kepahitan hanya akan menghancurkan hidupnya, tetapi melepaskan pengampunan justru akan melegakan hidupnya.
Saudara yang terkasih, setiap hari dalam dunia pekerjaan dan pelayanan kita bertemu dengan bermacam-macam tipe manusia. Ada yang asal bicara, asal tuduh, seenaknya memfitnah dsb. Hal tersebut rentan membuat kita kecewa, semuanya akan menjadi lebih baik?. Yang ada justru seperti pepatah ‘Menanga jadi arang, kalah jadi abu’, alias sama-sama dirugikan. Karena itu, mari kita belajar melupakan sikap negatif orang lain dan percayalah jika kita mampu melakukannya, kehidupan akan jauh lebih ringan dan tenang.
Bapa, mampukan aku memberikan pengampunan bagi mereka yang menyakitiku.
Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis