Tepuk Tangan saat Misa
7 Catatan bagi Ajaran Sang Guru
Catatan 1 :
Socratres mengajar selama 40 tahun, Plato 50 tahun, Aristoteles 40 tahun. Namun Yesus hanya mengajar 3 tahun. Ajaran Nya dalam, namun sederhana
Apa yang diwariskan Yesus kedunia selama pelayanan 3 tahun, melewati apa yang dapat diwariskan seluruh filsuf dan guru-guru terbesar dijadikan satu sepanjang abad. Fakta kecil ini sekaligus sudah menempatkan Yesus dalam jajaran Maha Guru terbesar. Baca selebihnya »
Kain Kafan dari segi Sejarah
Apa itu Kain Kafan Turin?
Kain Kafan Kudus, yang dalam bahasa Italia biasa disebut “La Santa Sindone” (= Kafan Kudus), adalah sehelai kain linen berukuran kurang lebih 4,36 x 1,10 meter; pada kain kafan terlihat gambar, baik bagian depan maupun bagian belakang, dari seorang laki-laki yang wafat setelah mengalami serangkaian aniaya dengan didera, dimahkotai duri, dipakukan pada salib, dan lambungnya ditikam dengan tombak. Kain ini diyakini sebagai kain yang dipergunakan Yusuf dari Arimatea untuk membungkus tubuh Yesus Kristus (Matius 27:59).
“Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih”
Baca selebihnya »
HIDUP UNTUK MEMBERI
Di suatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip di sela-sela kepadatan kendaraan di sebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta.
Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut, ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang Koran, Penyapu jalan, Tuna Wisma, sampai Pak Polisi.
Pemandangan itu membuatku tertarik, pikiranku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan? Kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…?? untuk membunuh rasa penasaranku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai
di seberang jalan, setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, boleh kakak bertanya? Silakan Kak. Baca selebihnya »
Buku Harian Ayah
Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.
Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah sulit. Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal – hal kecil dalam rumah tangga. Baca selebihnya »
SUDAH CUKUP?
RENUNGAN HARIAN, RABU 10 JUNI 2009
SUDAH CUKUP? (Bacaan : 1 Timotius 6:3-10)
Sekelompok orang kristiani Amerika mengunjungi seorang pendeta di Kolkata (dulu: Kalkuta-Red), India. Mereka ingin melihat bagaimana ia melayani penduduk miskin di daerah kumuh. Selang beberapa hari, mereka prihatin melihat sang pendeta setiap hari mengayuh sepeda menyusuri kota yang panas dan berdebu. Di akhir kunjungan, mereka ingin membelikannya mobil bekas. Namun, sang pendeta menolak rencana itu. Mengapa? Ia berkata, “Lebih baik uang sebanyak itu kita pakai untuk melayani orang miskin. Hidup saya sudah cukup nyaman.”
Rasa cukup itu relatif. Paulus merasa berkecukupan “asal ada makanan dan pakaian” (ayat 8); sebaliknya, guru-guru palsu di Efesus selalu merasa kekurangan. Mereka sampai memanfaatkan pelayanan ibadah sebagai alat pencari keuntungan (ayat 5). Rasa cukup muncul dari cara orang memandang hidup. Orang yang gandrung mengumpulkan harta baru puas jika sudah punya segalanya. Padahal harta tak akan habis dikejar. Akibatnya, ia selalu merasa kekurangan. Sebaliknya, orang yang sadar bahwa harta itu fana, tak bisa dibawa mati, akan mencari yang lebih bernilai kekal. Baginya mencari Tuhan dan menaati perintah-Nya lebih utama dari mengumpulkan harta. Ini membuatnya merasa cukup dengan apa yang ada.
Adakah sebuah benda yang sangat ingin Anda miliki akhir-akhir ini? Benarkah Anda sangat memerlukannya atau sekadar ingin punya? Bisakah Anda hidup bahagia tanpanya? Memiliki harta benda tidaklah salah, tetapi jangan biarkan ia memiliki Anda. Jangan sampai kepuasan dan kebahagiaan hidup Anda ditentukan olehnya.
Orang miskin bukanlah mereka yang tak punya banyak harta melainkan mereka yang selalu merasa berkekurangan.
Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.
HAJARAN KASIH
RENUNGAN HARIAN, SENIN 1 JUNI 2009
HAJARAN KASIH (Bacaan : Ibrani 12: 6-11)
Dunia mengenal Hellen Keller sebagai orang buta yang berhasil lulus sarjana, dan dalam keterbatasannya menjadi berkat bagi banyak orang. Sebenarnya, di balik sosok Hellen, ada tokoh yang jarang disorot. Yakni Anne Sullivan, guru privat Hellen. Dialah yang mengajar Hellen banyak hal. Namun, jangan berpikir ia mengajar dengan lemah lembut. Ketika Hellen kecil, Anne bahkan harus mendisiplin Hellen dengan sangat keras supaya ia bisa makan dengan sendok. Awalnya, orangtua Hellen keberatan dengan cara Anne yang menurut mereka terlalu disiplin. Namun, Anne meyakinkan orangtua Hellen bahwa jika mereka ingin anaknya berhasil, Hellen perlu didisiplin. Jika Anne tidak mendisiplin Hellen, dunia mungkin takkan pernah diberkati oleh seorang Hellen Keller.
Demikian pula dengan Bapa di surga. Karena Dia adalah Bapa yang baik, itu sebabnya Dia mendisiplin kita. Penulis surat Ibrani menuliskan didikan Tuhan dari sudut pandang Tuhan. Ia memberi kita petunjuk bagaimana harus bersikap ketika dihajar Tuhan. Pertama, jangan anggap enteng. Sikap menganggap enteng membuat kita tidak pernah belajar dari kesalahan yang kita buat, sehingga kita terus-menerus membuat kesalahan yang sama. Kedua, jangan putus asa (ayat 5). Putus asa membuat kita merasa tak punya harapan untuk maju. Ingat saja bahwa Tuhan mendidik bukan karena benci, sebaliknya karena Dia mengasihi dan menganggap kita anak-Nya (ayat 6).
Dididik dan dihajar Tuhan memang tidak menyenangkan. Namun, itulah bukti kasih Tuhan yang mendalam pada kita. Selama ini, bagaimana respons kita terhadap didikan Tuhan? Sepatutnya kita bersyukur dan menerima didikan-Nya.
Hajaran Tuhan adalah hajaran yang dilandasi oleh kasih bukan kebencian.
Dikirim oleh Shinta Kohar melalui milis.
ZIAKUL (Ziarah Kuliner) LINGKUNGAN FELICITAS 31 Mei 2009
Ziarah 3 Gereja dan wisata kuliner Katedral – Toasebio – Regina Caeli
GEREJA KATEDRAL Paroki Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga
Gereja Katedral Jakarta (nama resmi: Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming) adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

Gereja yang sekarang ini dirancang dan dimulai oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Provicaris Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswit ketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, Vikaris Apostolik Jakarta. Baca selebihnya »
Sharing pengalaman perjalanan ke Ambon-Banda Neira-Makassar
Kawan kawan Lingkungan Felicitas,
Saya ingin membagi pengalaman saya mengunjungi Ambon, Banda Neira dan Makassar dari tgl. 24 April s/d 8 Mei 2009. Kami berempat: saya, isteri dan besan kami dari Perancis bersama dalam perjalanan yang diatur oleh Inbound Travel agent. Kami berangkat tgl. 24 April jam 01:30 dengan Lion Air ( Pesawat baru) langsung Jakarta – Ambon dan tiba sekitar jam 6:45 di Bandara Pattimura.
Di Ambon kami mengunjungi beberapa obyek wisata, termasuk kunjungan ke Sacred Eel dan Pekuburan ANZAC yang sangat terawat dan indah, kebetulan peringatan ANZAC jatuh pada tanggal 25 April, ketika kami berada di Ambon. Saat itu kegaiatan pengamanan dari militer cukup banyak, karena menghindari usaha pengibaran bendera RMS pada saat itu. Baca selebihnya »
My Name is Rose.
The first day of school our professor introduced himself and challenged us to get to know someone we didn’t already know. I stood up to look around when a gentle hand touched my shoulder. I turned around to find a wrinkled, little old lady beaming up at me with a smile that lit up her entire being.
She said, ‘Hi handsome. My name is Rose. I’m eighty-seven years old. Can I give you a hug?’ I laughed and enthusiastically responded, ‘Of course you may!’ and she gave me a giant squeeze. ‘Why are you in college at such a young, innocent age?’ I asked. She jokingly replied, ‘I’m here to meet a rich husband, get married, and have a couple of kids …’ Baca selebihnya »
Tinggalkan sebuah Komentar